Siapkan Miliaran Rupiah Dari Dana Otsus, Pemerintah Puncak Papua Beli Hasil Perkebunan Dari Masyarakat Asli

0
261
Suasana Transaki Pembelian Hasil Kebun dari masyarakat Puncak.

Paraparatv.id | Ilaga |  Masyarakat Kabupaten Puncak Papua, Bersyukur dimana dalam situasi adanya Pandemi Corona yang melanda Papua, khususnya Kabupaten Puncak Papua, membuat semua kegiatan masyarakat mengalami pembatasan aktifitas, sehingga masyarakat tidak bisa menjual hasil kebun mereka ke pasar karena adanya Sosial Distansing yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Puncak Papua.

Dalam situasi demikian, kabar gembira datang dari Pemerintah Kabupaten Puncak Papua, melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, semua hasil perkebunan rakyat berupa sayur-sayuran dan buah-buahan segar akan dibeli oleh Pemerintah Puncak Papua, yang bekerja sama dengan BUMD Puncak Papua Mandiri, menggunakan Dana Otonomi Khusus Papua tahun 2020, Kabupaten Puncak Papua.

Kegiatan Pembelian hasil Perkebunan masyarakat yang berlangsung rabu 21 Oktober 2020, berlangsung di halaman Kantor Distrik Ilaga, dihadiri Sekda Puncak Papua, Abraham Bisay, mewakili Bupati Puncak Papua, dan Kadisnakerprindagkop, Naftali Hagawal serta Pimpinan BUMD Puncak Papua Mandiri.

Program pembelian hasil perkebunan rakyat berupa sayur dan buah-buahanbuah-buahan ini bersumber dari Dana Otsus 2020, dan merupakan salah satu program unggulan Bupati Puncak Papua Willem Wandik dan wakil Bupati Pelinus Balinal. Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2019 silam dengan Sumbar Dana dari Dana Otonomi Khusus Papua.

Tujuannya agar dapat membantu masyarakat keluar dari berbagai, seperti kesulitan keuangan di masa pandemi covid 19 yang sedang melanda Papua, khususnya di Kabupaten Puncak Papua.

Kadisnakerperindagkop Puncak Papua, Naftali Hagawal mengatakan, hasil kebun dari masyarakat berlimpah, namun mereka mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil perkebunan mereka, sehingga pemerintah berkewajiban untuk membantu masyarakat.

“Program pembelian sayur untuk tahun 2020, pihaknya sudah mengatur jadwal secara baik, dimana jadwal pembelian sayur dan buah-buahan, dibeli dari masyarakat diawali di dua Distrik yaitu Distrik Beoga dan Ilaga. Sayur dan Buah-Buahan yang di beli dari masyarakat ini kemudian di kirim ke Kabupaten Mimika, yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan, satu minggu tiga kali peringiriman,” jelas Naftali.

Naftali menambahkan, jadwal pengiriman ke Mimika diatur oleh BUMD Puncak Papua.

“Kita bekerja sama dengan BUMD Puncak Papua, sudah atur jadwal, pesawat untuk mengangkut sayur dan buah-buahan ke Mimika, yaitu satu minggu tiga kali, dari Beoga ke Timika dan dari Ilaga ke Timika, kita juga bekerja sama dengan beberapa perusahan penerbangan yang selama ini melayani penerbangan di Kabupaten Puncak, sebagai tanggungjawab social kepada masyarakat,” ungkap Naftali.

Lanjut Naftali, semua program yang dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat dibiayai dari Dana Otsus 2020. untuk Distrik Ilaga, disiapkan dana sebesar 1 Miliar rupiah, yang digunakan membeli komoditi perkebunan dari masyarakat, karena jumlah distrik di Ilaga lebih banyak dari Distrik Beoga. Sedang dana yang disiapkan untuk Distrik Beoga, sebesar 700 juta rupiah.

Sementara itu, pihak BUMD Puncak Papua Mandiri, Kartika Dewi mengatakan, pihaknya akan membeli komoditi dari hasil masyarakat di kabupaten Puncak, dalam hitungan kilogram, selanjutnya hasil ini akan dipasarkan ke wilayah Timika, dan kemudian akan dipasarkan lagi dipasar, dan hotel. Harga jualnya akan disamakan dengan harga pasar di kabupaten Mimika. Yang utama dari kegiatan ini, lebih pada tanggungjawab corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab social namun ada system bisninya juga.**(Redaksi Paraparatv.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here