Sosok HMS Di Mata Kepala BKPM RI, Dianggap Orang Tua dan Guru

0
192
Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, SE, saat menyerahkan jenazah almarhum kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura melaui Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, pada saat Sidang Paripurna Khusus Penyerahan Jenazah Alm DR. Habel Melkias Suwae, di Ruang Sidang Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9/2020)

Penulis : Irfan

Sentani, Paraparatv.id, Habel Melkias Suwae atau akrab disapa HMS, mantan Bupati Jayapura meninggal dunia diduga terkena serangan jantung. Sejumlah tokoh mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya politisi senior asal Papua tersebut.

HMS memang merupakan tokoh politik yang cukup berpengaruh di Papua. Selama dua periode dia berhasil menjadi orang nomor satu di Kabupaten Jayapura. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Papua dan dalam beberapa tahun ini hingga dia wafat masih menjabat sebagai Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Papua.

Sejumlah politisi, tokoh Papua hingga tokoh Nasional juga kerap menganggap HMS sebagai guru dan orang tua serta sahabat. Sebab, HMS salah satu politikus yang mampu membina dan mengkaderkan orang lain seperti yang diakui oleh Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, SE, dalam sambutannya pada saat Penyerahan Jenazah Alm. DR. Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM, dalam Rapat Paripurna Khusus DPRD Kabupaten Jayapura.

“Almarhum DR. Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM, bukan hanya sebagai pemimpin besar yang mempunyai visi dan memimpin banyak suku yang tidak pernah memperbedakan suku-suku, yang tidak pernah membedakan antar agama satu dan yang lain di Kabupaten Jayapura. Bagi saya, Kaka Habel adalah guru saya,” kata Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Khusus Penyerahan Jenazah Alm. DR. Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM, di Ruang Sidang Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9/2020).

“Beliau ini sudah seperti orang tua saya, abang, kaka, guru dan juga sahabat berdebat saya saya,” kata Bahlil menambahkan.

Bahlil mengaku memiliki banyak kenangan dengan Habel Melkias Suwae. Terutama saat Bahlil

“18 tahun saya bersama beliau, banyak kenangan indah yang tak terlupakan bersama beliau,” ungkapnya.

“Andaikan pun disaat tahun 2002, setelah saya jadi aktivis kemudian tidak ada Kaka Habel bina saya, belum tentu saya bisa masuk menjadi anggota kabinet di pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua. Kaka Habel begitu baik dalam diri saya. Banyak hal, baik suka maupun duka dan 18 tahun saya berjalan bersama almarhum, pasang surut persoalan politik atau persoalan ekonomi, kami dua hadapi dengan baik,” sambung Bahlil Lahadalia yang juga sebagai Ketua Umum BPP HPIMI periode 2015-2019 itu.

Bahkan saat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Bahlil Lahadalia tampak sangat sedih, terutama saat menyerahkan jenazah kepada Bupati Jayapura yang ditandai dengan penyerahan foto almarhum, yang kemudian diletakkan di sisi peti jenazah almarhum yang dibalut bendera Merah Putih.

Tangis kesedihan dari pelayat tampak terus mengiringi sejak kedatangan dan sepanjang jalannya rapat paripurna khusus tersebut.

Bahlil Lahadalia, yang juga seorang pengusaha Nasional ini pun sebentar-sebentar menyeka air matanya, baik dengan sapu tangan yang dibawahnya maupun dengan tisu yang diambil diatas mimbar meja sidang.

Bahkan seakan alam pun turut berduka, dengan turunnya hujan deras setelah jenazah almarhum di letakkan di ruang sidang Kantor DPRD Kabupaten Jayapura hingga selesainya sidang paripurna khusus tersebut.

Di kesempatan sama, Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bela sungkawa dari Preaiden RI Joko Widodo, yang dipesan presiden atas kepergian almarhum ke sisi Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia juga menceritakan kronologis meninggalnya almarhum yang dipanggilnya Kaka Habel dan telah dianggap sebagi orang tua sekaligus guru.

“18 tahun saya bersama beliau, banyak kenangan indah yang tak terlupakan,” imbuhnya.

Sosok Habel Melkias Suwae pun dinyatakannya sebagai Bupati Terbaik di Indonesia, yang mana konsep pemberdayaan kampungnya yang dibuat beliau semasa menjadi bupati, sekarang juga dipakai oleh Negara dalam bentuk program Dana Desa (DD).

“Pikiran-pikiran besar beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” beber Bahlil lebih lanjut.

“Kaka selamat jalan, saya mohon maaf,” tutup Bahlil Lahadalia terbata-bata dan sempat mengusap air matanya dengan sapu tangan yang dibawanya.

Sebelum dilangsungkan penyerahan jenazah almarhum dari pemerintah Kabupaten Jayapura, yaitu Bupati Jayapura kepada keluarga almarhum, ditutup dengan ucapan belasungkawa dari Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo selaku pimpinan sidang paripurna khusus tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jayapura juga menyerahkan bantuan dana Rp 150 juta kepada keluarga almarhum DR. Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM, sebagai uang duka dari Pemkab Jayapura.

Satu per satu pejabat yang hadir dan pelayat yang ada di dalam ruang sidang DPRD Kabupaten Jayapura memberikan penghormatan terakhir, sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di Polimak, Ardipura II, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here