Antisipasi Dampak Demo, TNI/Polri Di Yapen Melaksanakan Patroli Kamtibmas Gabungan

0
79
Suasana Apel gabungan TNI/Polri Di Mako Polres Yapen.

Penulis : Herman Betta

Serui, Paraparatv.id |Guna menjaga situasi Kamtibmas dan mensosialisasikan penerapan 3M ( Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak ), aparat gabungan TNI/POLRI di menggelar Pqtroli gabungan bertempat di sekitar wilayah kota Serui.

Patroli gabungan diawali dengan apel bersama di yang pimpin langsung oleh Kapolres Yapen AKBP Kariawan Barus di dampingi oleh Dandim 1709/YAWA Letkol Inf Leon, bertempat di halaman Polres Yapen. Senin, 29 September 2020.

Kapolres Yapen AKBP Kariawan Barus menyampaikan, kegiatan Patroli gabungan TNI/Polri yang dilaksanakan merupakan, waspada keamanan yang mana sebelumnya ada pengajuan surat masuk kepada pihak aparat guna ingin melaksanakan aksi demo dengan tema “Tolak Otsus” namun tidak di berikan ijin setelah di lakukan pertemuan antara pihak TNI/Polri dengan koordinator aksi demo.

“Kita kemarin bersama pak Dandim telah melakukan pertemuan bersama koordinator aksi demo dan beberapa perwakilan demo, di tanyakan permasalahan Otsus, kenapa harus di tolak dan mereka tidak bisa menjawab hal itu, jadi temanya saja tolak Otsus tapi isinya,”tandas Kapolres.

Terkait dengan ijin aksi demo, Kapolres sampaikan pula, dengan situasi pandemi Corona di Yapen yang semakin meningkat maka sangat tidak di ijinkan adanya kegiatan kumpul-kumpul lagi.

“Kita tidak ingin adanya kegiatan-kegiatan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, dalam arti tidak mau peduli dengan orang lain akan pencegahan penyebaran virus Corona, bagaimana jika ada yang terjangkit Corona, tetap akan kena masyarakat lainnya,” cetus Kapolres

Di harapkan, dalam Patroli ini agar dapat menyampaikan kepada masyarakat guna tidak muda terpancing dengan ajakan-ajakan aksi demo, membubarkan jika adanya kegiatan perkumpulan oleh masyarakat, terlebih jika mengarah untuk demo, mensosialisasikan penggunaan masker, dan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Dandim 1709/YAWA Letkol Inf Leon menjelaskan beberapa penjelasan bukti bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) adalah pertama, sebelumnya masuknya dua orang penginjil di Pulau Mansinam Manokwari Papua Barat, harus memintai ijin kepada Sultan Tidore dan itu di akui oleh Belanda saat itu bahwa Papua adalah bagian dari Nusantara pada saat waktu itu ( NKRI ).

Kedua, sejarah tentang Kerajaan Majapahit Sumpah Palapa, dimana Majapahit tidak akan memakan buah kelapa apabila Nusantara dari Sabang sampai Merauke belum bersatu dimana saat itu Indonesia belum utuh karena pihak luar negeri ( Belanda ) masih menguasai Papua, dan pada akhirnya setelah bersatu ( Sabang sampai Merauke ) Majapahit makan kelapa.

“Sejarah-sejarah Papua adalah bagian resmi dari Indonesia sangat banyak sekali, sudah sangat jelas bahwa sampai dari dulu hingga saat ini Papua juga Indonesia,”tegas Dandim Letkol Inf. Leon.

Ia berharap agar, tidak ada lagi adanya kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Patroli gabungan TNI/Polri ini, akan di laksanakan dari taggal 29 September 2020 hingga 1 Oktober 2020, demi menjaga sitauasi yang tetap aman kondusif di Kepulauan Yapen.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here