Bupati Tolikara, Perayaan HUT Ke-75 RI Dalam Masa Pandemi Covid-19 Momentum Kebangkitan

0
261
Suasana Usai mengikuti upacara HUT RI ke 75 tahun di Tolikara

Penulis : Diskominfo Tolikara

Karubaga | Paraparatv.id | Perayaan Hari Ulang Tahun HUT Ke-75 Proklamasi Republik Indonesia RI yang biasanya digelar dengan meriah, baik di kota maupun di pelosok. Namun perayaan HUT Ke-75 kali ini berbeda dari biasanya, pasalnya saat ini Indonesia  masih dalam masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kegiatan yang biasanya ramai atau meriah dengan pengumpulan massa dengan mengelar lomba – lomba,panjat pinang dan karnaval, kegiatan serupa lainnya dan juga malam Darma Bakti sebelum 17 Agustus bahkan malam resepsi kenegaraan ditiadakan sebagai upaya pencegahan Virus Corona. 

Guna mencegah penyebaran Covid-19, Kementerian Sekretariat Negara mengeluarkan Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020. Dalam surat bernomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 itu, tertulis ada sejumlah perbedaan peringatan HUT ke-75 RI dengan tahun sebelumnya, termasuk upacara memperingati Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta.

 “Upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19”. Ujar Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo,SE, M.Si dalam Pidatonya ketika menjadi Inspektur  Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Lapangan Merah Putih Karubaga,  Senin,17 Agustus 2020

Forkopimda Tolikara dan Jajaran foto bersama usai mengikuti Proses upacara HUT RI ke 75 tahun di lapangan merah putih Tolikara

Upacara memperingati HUT ke-75 Indonesia di Tolikara di gelar di Lapangan Merah Putih Karubaga di mulai pukul 9:00 WIT sebelum detik – detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta, tampak tidak seramai tahun – tahun sebelumnya.

Peserta Upacara tercatat hanya puluhan Utusan ASN dan Siswa SD, SMP dan SMA serta Anggota TNI/POLRI, tidak ada masyarakat yang diundang.

Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo,SE,M.Si dalam Pidatonya mengatakan semestinya, sejak 2 minggu yang lalu, berbagai lomba dan Karnaval memeriahkan HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI dengan penuh kerumunan dan kegembiraan.  Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total.

Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka. Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19. Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal,13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa. Semua Negara – Negara miskin, berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.

“Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%,” Kata Bupati Usman G.Wanimbo.

Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17%. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

Suasana Upacara HUT RI ke 75 tahun di lapangan Merah Putih Tolikara

Menurut Bupati Usman G. Wanimbo,SE,M.Si momentum krisis ini untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini. Kita harus melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatan kita diuji.Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak: memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai,Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program; menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini; melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. 

“Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser cara kerja. Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi cepat. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil,” ucapnya

Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, penanganan, dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan. Atas nama rakyat dan bangsa,Negara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter dan perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik kesehatan, dan di rumah isolasi, kepada tokoh masyarakat, para relawan, aparat TNI dan Polri, serta para ASN.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo saat menyapa Peserta Upacara HUT RI ke 75 tahun,

“Fleksibilitas yang tinggi dan birokrasi yang sederhana tidak bisa dipertukarkan dengan kepastian hukum, antikorupsi, dan demokrasi. Semua kebijakan harus mengedepankan ramah lingkungan dan perlindungan HAM. Kecepatan dan ketepatan tidak bisa dipertukarkan dengan kecerobohan dan kesewenang-wenangan,” Tegasnya.

Pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi. Upaya pencegahan harus ditingkatkan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien. Penegakan nilai-nilai demokrasi juga tidak bisa ditawar. Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum.  Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi.

Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan merajut kebersamaat bagun Kabupaten Tolikara yang Maju,Unggul,dan Mandiri. Sesuai Visi dan Misi Kabupaten Tolikara dalam periode lima tahun ini.

“Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri. Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar”. bebernya.

Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik. (Diskominfo Tolikara)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here