Papua Mulai Produksi Tepung Sagu

0
203
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal saat menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Rumah Produksi Olahan Tepung Sagu dan Aneka Kue Sagu Kelompok Usaha Sentani Meer, di Kemiri, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2020)

Laporan : Irfan

Paraparatv.id | Jayapura | Provinsi Papua mulai memproduksi tepung dan berbagai hasil olahan kue kering bebahan dasar sagu.

Hal itu, ditandai dengan diresmikan Rumah Produksi Olahan Tepung Sagu dan Aneka Kue Sagu. Oleh Wakul Gubernur Provisi Papua, Klemen Tinal, di Kemiri, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Selasa 14 Juli 2020.

“Kami sangat berterima kasih kepada mama-mama, terutama dibawah pimpinan mama Yosepin Sokoy Suebu yang sudah 38 tahun jatuh bangun dengan usaha (olahan sagu) ini. Tapi, hari ini Pemerintah Provinsi Papua melalui pak Yan Ormuseray (Kepala Dinas Kehutanan) yang selama ini juga melihat hal ini, kemudian membantu dan kami dari pemerintah provinsi juga melihat ini adalah usaha dari Orang Asli Papua( OAP) yang wajib kami bantu,” ujar Wagub Papua.

Wagub menyampaikan pembangunan rumah produksi olahan tepung sagu ini juga merupakan bantuan pihak Pemprov Papua.

“Sehingga kita datang hari ini (kemarin), apalagi ini adalah hasil bantuan dari kita semua dan langsung kita resmikan rumah produksi tersebut,” ujar Klemen Tinal.

Lanjut Wagub mengharapkan rumah produksi olahan tepung sagu ini membawa manfaat buat Orang Asli Papua (OAP), khususnya mana-mama Papua yang ada di Kampung Kemiri dan tergabung dalam Kelompok Usaha ‘Sentani Meer’.

“Kita resmikan ini sebagai stimulan atau rangsangan, tapi poin penting yang ingin kami sampaikan adalah kami siap untuk membantu siapapun yang punya talenta dan mau bekerja keras. Hal itu kita buktikan dengan tadi kita sudah sampaikan kepada pak Asisten I, untuk diteruskan ke pak Bupati Jayapura. Yakni, kami minta lima kampung yang mayoritas isinya orang-orang asli Papua dan kami dari pemerintah provinsi akan langsung mengambil alih untuk membantu serta membangun bersama-sama mereka dan pemerintah kabupaten, guna memastikan mereka bisa mandiri,” tuturnya.

Wagub, juga berikan motifasi, mandiri itu bukan harus menjadi orang kaya, mandiri itu bukan punya uang banyak. Tapi, bagaimana dia bisa hidup dan punya saving.

“Karena orang kaya juga belum tentu ini, jangan tertipu oleh lihat dia kaya lalu pake dasi. Bisa-bisa hutangnya banyak dimana-mana atau hutangnya ada di bank. Jadi kita tidak perlu seperti itu, karena itu hanya kelebihan saja. Ya, harus mandiri dulu, dan urusan rumah tangga semua baik itu sudah mandiri,” katanya.

“Dengan demikian, kami dalam hal ini pemerintah provinsi siap untuk membantu mengembangkan ekonomi rakyat, khususnya untuk orang asli Papua dan lebih khusus lagi ke mama-mama Papua,” tambahnya.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here