Dua Petugas Medis Covid-19 Intan Jaya Korban Penembakan OTK Dievakuasi

0
115
Korban Penembakan saat divelauasi mengunakan pesawat

Laporan : Redaksi

Paraparatv | Jayapura | Dua petugas Medis Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, masing-masing Almalek Bagau, SKM dan Eunico Somou, SKM, yang menjadi korban penembakan Orang Tak dikenal (OTK),  saat menyalurkan obat-obatan di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat 22 Mei 2020, berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara ke Sugapa dan langsung di terbangkan ke Nabire pukul 10.30 WIT.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Yuli Karre Pongbala, melalui ponselnya mengatakan, kedua korban telah dievakuasi ke Sugapa dan langsung diterbangkan ke Nabire, setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan dari TKP di Distrik Wandai. Apalagi wilayah Intan Jaya yang berada di ketinggian, sehingga oksigen sangat tipis.

Setelah tiba di Sugapa, korban Almalek Bagau dievakuasi lanjut ke  RSUD Nabire, menggunakan pesawat twin-otter guna penanganan lebih.

Sementara itu, korban meninggal Eunico Somou langsung diserahkan ke pihak keluarga dan kini disemayankan di rumah duka di Distrik Sugapa, untuk selanjutnya akan dimakamkan.

Menurut Kapolres, saat dievakuasi kedua korban ditandu dan dibantu oleh masyarakat setempat secara bergotong-royong, mulai dari Distrik Wandai menuju Kampung Bilai, Kedua korban diinapkan semalaman di Pastoran Bilai dan pada jumat pagi kedua korban dengan menggunakan motor ojek dievakuasi menuju Sugapa, menempuh perjalanan semalam dan Sabtu pagi tiba di Sugapa, ibu kota Intan Jaya. Kedua korban mengalami luka tembak dan luka sobekan di sekujur tubuh mereka.

Dijelaskan Kapolres, ada luka tembak dan luka sobekan di sekujur tubuh dan kaki kedua korban, “Jadi kami belum bisa pastikan, apakah kedua korban dianiaya menggunakan parang atau dengan alat lain,”ungkapnya.

Saat ini petugas belum bisa meminta keterangan dari korban yang selamat, karenakan masih trauma, “korban masih trauma dan kita belum bisa mengambil keterangan yang rinci, kemungkinan kakinya akan segera di operasi, ”ungkap kapolres.

Saat korban Almalek Bagau tiba di Bandara Nabire, dijemput langsung Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, dan Kapolres Intan Jaya serta Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya, sekitar pukul 10.30 WIT.

“Kami belum bisa meminta keterangan, karena korban selamat masih terus meringis kesakitan dan trauma, ”jelas Bupati.

Untuk diketahui Jumat 22 Mei 2020,  dua petugas medis Gugus Tugas Covid-19 Intan Jaya yang sedang melakukan tugas kemanuasiaan, menjadi korban penembakan OTK saat sedang menjalankan tugas di masa pandemik Covid-19. Kedua petugas medis ini saat diserang sedang dalam perjalanan untuk mengambil obat-obatan.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, yang dihubungi terpisah, mengatakan pihaknya telah menjemput  korban Almalek Bagau di Bandara Nabire, setelah dievakuasi dari  Distrik Wandai, korban kini dirawat intensif di RSUD Nabire.

Bupati mengatakan, meski korban dalam keadaan koma saat ditandu dari pesawat, menuju ke mobil ambulance, Natalis Tabuni sempat berkomunikasi dengan korban sekaligus memberikan kekuatan hati, agar lekas sembuh, “Saya pegang bahu Pak Almalek Bagau saat dia terbaring lesu, dia terbatah-batah menyampaikan keadaannya seperti ini sembari menangis,”jelas Bupati.

Bupati berharap, agar tim medis merawat korban dengan sebaik-baiknya, “kita belum tahu di tubuh korban ada selongsong peluruh atau tidak, karena penembakan dilakukan dalam jarak dekat,” ungkap Natalis Tabuni.

Dikatakan Bupati, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan tersebut, tapi yang jelas dilakukan OTK, “Saya sedang lagi menuju ke Kantor Kodim untuk bertemu Pak Dandim dan Kapolres mau bicarakan rencana kedepan untuk penanganan dan pengungkapan pelaku penembakan,”ujar orang nomor satu di Intan Jaya ini.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here