Kadis Perindagkop : Larangan Penjualan Secara Tumpuk Untuk Rasa Keadilan Bagi Pedagang Dan Konsumen

0
221
KEPALA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM KOTA JAYAPURA, ROBERT L.N AWI.

Paraparatv.id | Jayapura | Larangan terhadap pedagang pinang atau Bete yang menjual dagangan dalam bentuk tumpuk untuk berikan rasa keadilan dan rasa aman terhadap Konsumen.

“Pinang tumpuk ataupun bete tumpuk yang tidak menggunakan ukuran tera standar sudah harus di kurangi terutama di pasar kota jayapura dalam rangka menyukseskan pasar tertib ukur sesuai arahan Kemendag dengan maksud untuk memberikan rasa aman, adil dan nyaman kepada seluruh konsumen,”tegas Kepala Dinas perdagangan perindustrian dan UKN Kota Jayapura, Roberth L.N Awi, saat di konfirmasi melalui Pesan singkat.

Menurutnya, segala ketentuan perdagangan termasuk usaha kecil tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 26/M-Dag/Per/5/2017  Tentang Pengawasan Metrologi Legal

Selain itu, pasar di kawasan kota Jayapura diharapkan menjadi Daerah Tertib Ukur (DTU) sehingga dalam penataan sistem pasar dan teknis jual-beli barang atau jasa yang dilakukan dengan benar menjadi kewajiban pengusaha atau pedagang.

Hal itu tertuang sesuai peraturan sehingga masyarakat sendiri merasakan nyaman dalam pelayanan pasar. Di samping itu, proses transaksi yang dilakukan secara benar akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Dengan adanya alat ukur yang adil digunakan setiap pedagang akan memberikan dampak positif keutungan dan keadilan bagi pembeli dan pedagang, dan ini akan mendorong perekonomian di Kota Jayapura,”ungkap Robert.

Ditambahkan, sosialisasi tentang tertib alat ukur telah dilakukan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura di sejumlah Pasar yang ada di Kota Jayapura sejak 2019, Hal ini untuk memberikan pemahaman terhadap seluruh masyarakat terutama para pedagangan dan konsumen tentang pentingnya alat ukur. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here