TAK JALANKAN DANA KAMPUNG DENGAN BAIK, SEJUMLAH KAMPUNG DI KOTA JAYAPURA AKAN DIHAPUS

0
201
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, dalam sebuah acara di lingkungan pemerintahan kota Jayapura, sabtu (8/9)

Paraparatv.id | Jayapura |Pemerintah Kota Jayapura berencana menghentikan kucuran dana ke sejumlah kampung yang dianggap tidak menjalankan Administrasinya dengan baik, bahkan akan menghapus sejumlah kampung di kota Jayapura untuk pemerataan pelayanan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditegaskan wali kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM, sabtu 1 september 2018, diruang kerjanya.

“Seperti kampung Mosso, kita harus hapuskan, dia harus bergabung ke kampung Souw Sae, kampung Holtekam ini kita akan tingkatkan menjadi kelurahan karena masyarakatnya sudah heterogen, dan kampung koya Koso kita harus hapus dan bergabung dengan kampung Nafri,”kata Wali Kota.

Menurut putra asli portnumbay yang hobi olahraga ini alasan penghampusan sejumlah kampung, karena mengacu pada jumlah anggaran yang diturunkan ke kampung cukup besar, namun anggaran yang terbilang cukup melimpah itu tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada di kampung tersebut.

Ia mencontohkan seperti kampung Moso yang terletak di kawasan perbatasan papua new guini, dialokasikan dana mencapai 6 miliar rupiah lebih  tetapi penduduknya hanya berada di kampungnya mulai hari senin hingga kamis, dan jumat hingga minggu, warga Moso lebih banyak menyeberang ke Papua Nugini.

Wali kota yang akrab disapa BTM ini mengatakan rencana penghapusan ini akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, seperti diperkuat dengan peraturan daerah, persetujuan DPR, kemudian diusulkan ke provinsi dan selanjutnya provinsi mengusulkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk di sahkan.

Dengan adanya perampingan kampung ini, maka kampung yang tersisa di kota Jayapura hanya ada 10 kampung dan itu memiliki pemerintahan adat.

Pemerintah kota Jayapura juga sudah tidak lagi melakukan penambahan kampung, sebagaimana aspirasi masyarakat di Hamadi dan di Argapura Pantai, mengingat wilayah-wilayah itu tidak memiliki keondoafian atau pemerintahan adat.

“Yang punya kampung adalah kepemerintahan ondoafi di kampung, maka itu ada 10 kampung yang sah yaitu, Kampung Kayu Batu, Kayu Pulo, Tobati, Enggros, Waena, Yoka, Nafri, Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Skouw Yambe yang lain akan kami hapusnya,”tegas Pemimpin Kota Jayapura.**(sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here