Paraparatv.id | Fakfak | Jelang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) resmi menghadirkan layanan listrik 24 jam untuk pertama kalinya di Kampung Sum, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Kehadiran listrik 24 jam ini didorong melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah. Sebanyak 105 calon pelanggan di Kampung Sum akan mendapatkan sambungan listrik secara bertahap melalui programtersebut.
Sebelumnya, warga Kampung Sum sempat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat bantuan Kementerian ESDM. Namun, akibat kerusakan fasilitas tersebut, warga terpaksa beralih menggunakan genset mandiri dengan biaya operasional bahan bakar yang relatif mahal.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengapresiasi langkah cepat PLN dan pemerintah daerah dalam membuka akses kelistrikan di wilayahnya.
“Kehadiran listrik bukan lagi sekadar impian bagi warga Kampung Sum. Ini adalah wujud kerja nyata pemerintah daerah bersama PLN untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang gelap gulita. Adanya listrik dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Listrik juga akan membuka akses terhadap informasi dan teknologi yang pada akhirnya mendorong percepatan pembangunan,” ungkap Samaun.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kampung Sum melintasi medan geografis yang berat, mulai dari hutan lebat hingga tantangan cuaca ekstrem. Untuk melistriki kawasan tersebut, PLN menyalurkan daya dari sistem kelistrikan Tetar dengan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,48 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,69 kms, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kilovolt-ampere (kVA).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok Papua.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan Fakfak, merasakan kemerdekaan dalam mengakses energi listrik. Meskipun harus menghadapi kondisi alam yang sulit, berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan sehingga warga kini dapat menikmati penerangan secara maksimal. Komitmen PLN tidak akan pernah surut untuk menghadirkan terang hingga ke wilayah pelosok,” ujar Roberth.
Masuknya listrik secara penuh selama 24 jam ini diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar anak-anak di malam hari serta menggerakkan potensi ekonomi dan usaha rumahan masyarakat lokal di Kampung Sum.(*)














