Paraparatv.id | Jayapura | Tim 9 bersama anak anak generasi emas dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mewakil delapan kabupaten/kota di Provinsi Papua mengantar Mathius Derek Fakhiri (MDF) mengembalikan berkas pencalonan sebagai Ketua Asprov PSSI Provinsi Papua, Periode 2026 – 2030.
Prosesi pengembalian berkas langsung diterima oleh Komite Pemilihan yang diketuai Ferdinand Risamasu, bersama Wakil Ketua Saharuddin Ita , serta anggota Rodhi Rusdianto Hidayat dan Irianus Wairo di GOR Waringin Kota Jayapura, pada Kamis 30 April 2026, siang.
Usai mengembalikan berkas pencalonan, Fakhiri menjelaskan jika pencalonannya dilandasi keprihatinan terhadap kondisi sepak bola Papua yang dinilai mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya dengan penuh kerendahan hati menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon Ketua PSSI Papua periode 2026–2030. Sepak bola Papua telah lama terpuruk, dan kebangkitan harus dimulai dari pembinaan usia dini. Anak-anak ini adalah masa depan kita,” ujar Fakhiri kepada sejumlah media di GOR Waringin.
Fakhiri yang juga merupakan Gubernur Papua itu menegaskan, jika dirinya dipercaya memimpin PSSI Papua, fokus utama akan diberikan pada pembinaan usia dini dan sepak bola wanita.
“Dengan dukungan seluruh masyarakat, kita akan bersama sama membangun kembali fondasi sepak bola Papua agar kembali berjaya di tingkat nasional maupun internasional,”tandasnya.
Selain itu, Fakhiri juga berkomitmen menyiapkan tim sepak bola Papua untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dikatakan, di bawah kepemimpinannya, sepak bola Papua harus bangkit dan kembali menjadi yang terbaik di Indonesia.
“Sepak bola Papua harus kembali berjaya dan menjadi nomor satu,” tegas Fakhiri.
Anggota DPR Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, yang juga bagian dari TIM 9 menyebut jika pencalonan Matius D Fakhiri sebagai Ketua PSSI Papua tidak terlepas dari aspirasi kuat masyarakat pecinta sepak bola yang menginginkan perubahan.
Apalagi kata Alberth, selama menjabat sebagai wakil rakyat, dirinya kerap menerima aspirasi dari masyarakat, khususnya di bidang olahraga, yang menilai Papua belum menunjukkan kemajuan signifikan sebagai provinsi olahraga dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami melihat animo masyarakat sangat besar. Mereka menginginkan adanya gerakan perubahan, terutama di sepak bola. Karena itu, kami memberikan motivasi dan dukungan untuk mendorong Bapak Gubernur maju sebagai Ketua PSSI Papua,” ujar Albert usai mendampingi Gubernur Papua, Matius Fakiri menyerahkan dengan resmi berkas pencalonan sebagai Ketua Asprov PSSI Papua.
Albert menilai Fakhiri memiliki latar belakang dan semangat olahraga yang kuat, sehingga dianggap mampu membawa perubahan, terlebih dengan visi Papua Cerah yang juga menyentuh sektor olahraga.
Ia menjelaskan, dorongan tersebut kemudian melahirkan pembentukan Tim 9 yang bertugas menyiapkan konsep dan langkah strategis dalam membangun kembali sepak bola Papua, termasuk fokus pada pembinaan usia dini.
“Sepak bola menjadi prioritas, karena ini merupakan bakat alamiah anak-anak Papua. Pembinaan harus dimulai sejak usia SD, SMP hingga SMA,” katanya.
Menurutnya, masa jabatan pengurus lama PSSI Papua telah berakhir, sehingga diperlukan kongres untuk memilih kepengurusan baru sesuai statuta.
Setelah melalui berbagai koordinasi, Albert menyebut Fakhiri menyatakan kesiapannya untuk memimpin PSSI Papua.
“Kami di Tim 9 membantu mempersiapkan semua kebutuhan, mulai dari administrasi hingga proses pendaftaran,”ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, ia berharap jika Fakhiri terpilih, pembinaan sepak bola usia dini dapat berjalan konsisten sehingga dalam 5 hingga 15 tahun ke depan, pemain Papua tidak hanya tampil di Liga 1, tetapi juga mampu bersaing di tingkat ASEAN, Pasifik, hingga dunia.
“Harapan kami, Papua kembali bangkit dan melahirkan pemain-pemain hebat dari generasi muda,”harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Tim 9, Petrus Benyamin Pepuho, menilai Fakhiri sebagai figur yang tepat untuk memimpin sepak bola Papua ke depan.
“Kami melihat antusiasme dan komitmen beliau sangat besar terhadap sepak bola. Tim 9 merasa perlu mendorong figur yang tepat di tempat yang tepat, dan itu ada pada sosok Pak MDF,”tandas Petrus.
Masih ditempat yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Asprov PSSI Papua, Ferdinand Risamasu, menyatakan dua calon telah mengembalikan berkas pendaftaran, yakni Matius Fakhiri dan Abisai Rollo, sementara proses pengembalian berkas batas waktu pukul 16.00 WIT.
Ia menjelaskan, Komite Pemilihan setelah menerima berkas akan masuk pada proses pemeriksaan seluruh persyaratan, termasuk keaslian dukungan dari voters atau klub.
Hal ini dilakukan lantaran itemukan adanya satu voters yang memberikan dukungan kepada dua kandidat, itu yang tidak diperbolehkan sesuai aturan.
Risamasu menambahkan, jika terdapat satu voters memberikan dukungan kepada dua calon, maka harus ada pencabutan kepada salah satu calon. Jika tidak maka dukungan tersebut berpotensi tidak dapat dihitung.
“Berkas dari kedua calon pada prinsipnya telah lengkap, sementara jika ditemukan kekurangan pada kandidat lain, maka kami panitia akan memberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen tersebut,” tutupnya. (Redaksi).



















