Paraparatv.id | Jayapura | Sebanyak 33 orang atlet paralimpik asal Maluku yang akan bertanding di 6 Cabang Olahraga (Cabor) akan ikut berkompetisi di Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI Papua.
“Atlet paralimpian dibawah naungan National Paralympic Committee (NPC) Maluku yang ikut berkompetisi terbagi di 6 Cabor, yakni Atletik, tenis meja, renang, badminton, catur dan menembak,” kata Wakil Ketua NPC Maluku, Ferry Nahusona, Kamis ( 4/11) di Kota Jayapura.
Menurut Ferry, pada Peparnas sebelumnya, Maluku hanya ikut 4 – 5 Cabor saja, namun multi event Nasional difabel di Papua ini baru pertama kali cabor menembak diikut sertakan.
Ferry Nahusona juga mengungkapkan, dari 33 atlet. Kontingen Maluku diperkuat 4 atlet elit yang secara otomatis mengikuti Pelatnas di Solo.
“Bahkan dua atlet yang mengikuti ajang Paralympic di Tokyo yakni Adyos Astan, Cabor tenis meja dan Elvin Elhudia Sesa atletik,” jelas Nahusona.
Sedangkan lanjut Ferry, dua atlet lain sementara dipersiapkan untuk mengikuti ASEAN Para Games di vietnam.
Ditambahkannya, Pelatda yang Intens baru 6 bulan terakhir. Sebelumnya masing-masing atlet secara mandiri melakukan persiapan dan kebanyakan hanya di Ambon.
“Tapi sekarang ada kebijakan pengurus NPC pusat dan menjadi kesepakatan bersama bahwa para atlet elit hanya boleh mengikuti satu nomor, dalam rangka peremajaan,” ujar Ferry.
Kebijakan ini, kata Ferry berpengaruh dari sisi perolehan medali. Tapi kita tetap optimis bahwa Maluku mempunyai paralimpian andalan. Pasalnya, saat Peparnas XV di Jawa Barat kita mendapat 9 medali emas.
Jadi, sumbangan dari 4 atlet elit tadi tapi juga dari atlet yang lain. Namun kata Ferry, Ketua NPC Maluku target 4 medali emas di Peparnas Papua.
Lanjut Ferry, untuk atlet renang difabel Maluku, juga pemegang rekor Nasional. Dan untuk renang menurut Ferry, menjadi Cabor unggulan.
Ketika ditanya soal pemberian bonus kepada atlet peraih medali, Ferry juga mengungkapkan, Gubernur Maluku menegaskan, bahwa tidak ada diskriminasi antara atlet difabel maupun non difabel.
“Jadi standar pemberian bonus kepada atlet peraih medali emas perak dan perunggu dan juga para pelatih standar semua sama,” pungkasnya.(HS/redaksi)

















