Paraparatv.id | Sentani | Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Tony Tesar, mengapresiasi pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV yang resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Ermawati di Pantai Wisata Khalkote, Sentani, Kamis (3/9/2026).
Tony menilai FDS yang telah dirintis sejak 15 tahun lalu perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan agar tidak sekadar menjadi agenda festival tahunan.
“Ini kerja lanjutan yang sudah dirintis oleh bupati sebelumnya sejak 15 tahun yang lalu dan hari ini dilanjutkan oleh Bupati yang sekarang, Bapak Yunus Wonda. Apa yang sudah dikerjakan pemimpin sebelumnya harus kita teruskan dan perbaiki,” kata Tony.
Ia berharap FDS dapat dikembangkan menjadi program pariwisata yang berlangsung sepanjang tahun. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat festival berlangsung, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Sentani.
“Bukan hanya event untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi menjadi program yang bisa terlaksana sepanjang tahun. Bukan hanya satu event tujuh hari atau satu bulan, tetapi menjadi program kegiatan pariwisata yang menumbuhkan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Sentani,” ujarnya.
Tony juga mengapresiasi langkah Kementerian Pariwisata yang memasukkan FDS dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, masuknya FDS dalam agenda pariwisata nasional menjadi peluang untuk memperluas promosi Danau Sentani.
Ia menyebut, dari berbagai daerah yang masuk dalam agenda pariwisata nasional 2026–2027, Danau Sentani kini memiliki ruang untuk dipromosikan sebagai salah satu destinasi unggulan.
Meski demikian, Tony menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama kesiapan kampung-kampung di sekitar Danau Sentani. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah, terlebih keterbatasan keuangan daerah membuat pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat kampung masih menghadapi berbagai kendala.
“Kalau kita lihat beberapa kampung yang ada di danau ini, belum siap secara baik. Kebersihannya belum, tata kelolanya belum, dan ekonomi masyarakatnya masih terkesan berjalan begitu saja, belum ada perencanaan yang baik. Bapak Bupati pasti paham bahwa ini kerja besar yang harus dilaksanakan tapi kondisi keuangan kita saat ini memang terbatas sehingga kampung kampung belum bisa menggerakan ekonomi di kampungnya dan ini satu tantangan kedepan, “katanya.
Karena itu, ia mendorong agar kampung-kampung di sekitar Danau Sentani dilibatkan secara langsung dalam pengembangan pariwisata.
Tony menambahkan, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Danau Sentani, tetapi juga mengunjungi kampung-kampung untuk mengenal kehidupan dan budaya masyarakat setempat.
Wisatawan dapat menikmati kuliner khas seperti papeda dan ulat sagu, sekaligus mengikuti aktivitas budaya, termasuk proses pembuatan lukisan pada kulit kayu.
“Masyarakat yang datang bisa ikut terlibat dalam membuat lukisan, membuat papeda, ulat sagu dan lainnya. Jadi budaya ini betul-betul kita jadikan daya tarik dalam pariwisata FDS di Danau Sentani,” jelasnya.
Tony juga mengapresiasi kerja sama yang dibangun dengan Seychelles, negara kepulauan di Samudra Hindia. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membuka peluang promosi Danau Sentani dan budaya Papua ke dunia internasional.
Ia berharap keterlibatan perwakilan Indonesia di Seychelles dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan Danau Sentani secara lebih luas.
“Ini akan menjadi bagian dari kegiatan di Duta Besar yang ada di Seychelles, sehingga mereka akan mengenal Danau Sentani dan Papua secara keseluruhan, termasuk bagaimana budaya yang ada di Papua,” pungkasnya.(VN)














