Paraparatv.id | Jayapura — Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 yang selalu diperingati setiap tanggal 9 September. Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar apel peringatan, jalan santai dan senam bersama dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (11/9), dan diikuti jajaran pimpinan daerah, ASN dan non-ASN, serta perwakilan organisasi wanita se-Kota Jayapura di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., disampaikan bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
Menurutnya, olahraga harus dipandang sebagai investasi bangsa karena tidak hanya membentuk tubuh yang sehat, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang.
“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh,” ujar Abisai.
Ia menegaskan, tema Haornas 2026, “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, harus menjadi gerakan bersama dan bagian dari agenda pembangunan.
Abisai menyampaikan lima arah penting dalam membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Pertama, pemerintah harus menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya menjaga kesehatan masyarakat, menurutnya, tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi perlu dimulai dengan membangun kebiasaan hidup aktif.
Kedua, pemerintah daerah diharapkan menjadi motor utama dalam menggerakkan masyarakat agar aktif dan bugar. Untuk itu, ketersediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda perlu terus diperhatikan, termasuk menghadirkan program olahraga yang mudah, murah, aman dan inklusif.
Ketiga, olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, kampung dan kelurahan, ruang publik maupun lingkungan keluarga.
“Car Free Day harus kita manfaatkan sebagai salah satu ruang untuk membangun budaya masyarakat aktif, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.
Keempat, keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau event yang digelar, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat.
Pemerintah perlu mengetahui seberapa banyak masyarakat yang aktif bergerak, rutin berolahraga, serta apakah tingkat kebugaran masyarakat mengalami peningkatan. Karena itu, data dan indikator dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan.
Kelima, pembangunan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan, hingga penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak dan berolahraga.
“Kita ingin mengubah budaya bangsa: dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, dan dari produktif menjadi Indonesia yang semakin kuat,” ujarnya.
Abisai juga menekankan bahwa prestasi olahraga tetap harus didorong. Namun, menurutnya, atlet berprestasi lahir dari masyarakat yang memiliki budaya gemar berolahraga.
Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga dan industri olahraga perlu dibangun sebagai satu ekosistem.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dispora Kota Jayapura, Yosep Rumaikewi, S.I.P., dalam laporannya mengatakan rangkaian peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 dilaksanakan secara sederhana.
“Kegiatan Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 ini dilaksanakan secara sederhana, diawali dengan apel peringatan, jalan santai serta senam bersama,” jelas Yosep.
Melalui momentum Haornas 2026, Pemkot Jayapura mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, aktif, bugar dan produktif.(VN)














