Paraparatv.id | Jayapura | PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Merauke resmi menetapkan SPBU 86.996.01 di Kampung Amunkay, Kecamatan Tanah Miring, Kabupaten Merauke, sebagai SPBU khusus petani. Pengoperasian ini merupakan fasilitas energi khusus pertanian pertama di wilayah Indonesia Timur.
Penetapan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Merauke guna mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional, khususnya dalam menjamin kelancaran operasional alat dan mesin pertanian (alsintan).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Merauke bersama jajaran Pertamina, serta disaksikan oleh perwakilan Kementerian Pertanian RI, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Papua Selatan, Forkopimda, dan perwakilan petani setempat pada Kamis (24/9/2026).
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengapresiasi langkah strategis Pertamina Patra Niaga. Menurutnya, penetapan SPBU khusus ini menjawab aspirasi para petani Merauke yang membutuhkan kepastian dan kemudahan akses Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Merauke memiliki potensi pertanian besar untuk menyokong swasembada pangan nasional. Kehadiran SPBU Khusus Petani ini adalah jawaban atas aspirasi petani kita,” ujar Yoseph.
Ia menambahkan, pelayanan BBM di SPBU ini tetap mengikuti regulasi yang berlaku, yakni wajib menyertakan surat rekomendasi sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 dan aturan BPH Migas.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan daerah tersebut. SPBU Tanah Miring kini difokuskan untuk penyaluran BBM bersubsidi yang terintegrasi dengan data Dinas Pertanian.
“Operasional SPBU ini telah disesuaikan dengan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi berbasis data agar alokasinya tepat jumlah, tepat sasaran, dan mendukung penuh operasional alsintan petani,” kata Awan.
Dengan pengoperasian SPBU khusus ini, distribusi BBM bersubsidi untuk sektor pertanian di Merauke diharapkan berjalan lebih tertib, efisien, dan transparan, sekaligus memperkuat posisi Merauke sebagai lumbung pangan utama di Indonesia Timur. (*)














