Example floating
AdvetorialPeristiwa

FGD Polda Papua Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan Orang Asing

17
×

FGD Polda Papua Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan Orang Asing

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura – Direktorat Intelkam Polda Papua menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Optimalisasi Sinergitas dan Deteksi Dini dalam Pengawasan Orang Asing Guna Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Papua.”

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi dalam pengawasan terhadap keberadaan maupun aktivitas orang asing di wilayah Papua.

Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol Jan Makatita, S.I.K., mengatakan Papua memiliki posisi strategis dari aspek geografis, sosial, ekonomi dan keamanan. Mobilitas masyarakat serta meningkatnya aktivitas orang asing di berbagai sektor, menurutnya, memberikan peluang positif bagi pembangunan daerah.
Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan sistem pengawasan yang efektif, terintegrasi dan mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilaksanakan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergitas, koordinasi, pertukaran informasi serta kesamaan persepsi antara seluruh pemangku kepentingan,” kata Jan Makatita dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pengawasan orang asing tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga perlu memperhatikan pola pergerakan, tujuan keberadaan, jaringan, aktivitas serta potensi dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk itu, fungsi deteksi dini dan peringatan dini dinilai penting agar setiap informasi yang diperoleh dari lapangan dapat segera dikomunikasikan, dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Jan Makatita berharap FGD tersebut tidak hanya membahas persoalan secara normatif, tetapi juga mampu mengidentifikasi kendala, celah pengawasan, pola koordinasi serta kebutuhan pertukaran informasi antarinstansi.

Menurutnya, masing-masing instansi memiliki data, kewenangan, jaringan dan perspektif yang berbeda. Jika seluruh sumber daya tersebut dapat disinergikan, maka sistem pengawasan terhadap orang asing akan menjadi lebih kuat dan responsif.

Ia juga menekankan pentingnya kesepahaman mengenai early detection, early warning dan early response dalam menghadapi setiap indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Setiap indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban dapat ditangani secara cepat, tepat, terukur, dan tetap mengedepankan ketentuan hukum serta prinsip penghormatan terhadap hak setiap orang,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Direktorat Intelkam Polda Papua berharap dapat dirumuskan sejumlah langkah konkret, di antaranya penguatan mekanisme koordinasi, optimalisasi pertukaran informasi, peningkatan kemampuan deteksi dini serta penyusunan pola tindak lanjut terhadap potensi permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas orang asing di Papua.

Jan Makatita menegaskan, keberhasilan pengawasan orang asing tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditemukan, tetapi juga dari kemampuan mencegah potensi gangguan sebelum berkembang.

“Keberhasilan pengawasan orang asing bukan hanya diukur dari seberapa banyak pelanggaran yang dapat ditemukan, tetapi juga dari seberapa baik kita mampu mencegah potensi gangguan sebelum terjadi,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergitas dan komunikasi untuk mendukung terciptanya situasi Papua yang aman, tertib dan kondusif.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *