Example floating
BERITAKABAR KOTA JAYAPURA

Pemkot Jayapura Serahkan Bantuan Alat Olahan Ikan, Dorong Orang Asli Papua Ciptakan Lapangan Kerja

16
×

Pemkot Jayapura Serahkan Bantuan Alat Olahan Ikan, Dorong Orang Asli Papua Ciptakan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menyerahkan bantuan hibah peralatan diversifikasi produk olahan hasil perikanan bagi pelaku usaha mikro. Kegiatan berlangsung di Outlet P2HP Dinas Perikanan, Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 tersebut menyasar pelaku usaha pemula dari Kampung Skouw Yambe, Kampung Skouw Sae, serta komunitas Pemuda Gereja Port Numbay.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah, sekaligus membuka ruang bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk menciptakan lapangan kerja.

“Ini salah satu bentuk manifestasi dari program dan visi-misi Wali Kota untuk memberikan ruang kepada usaha kecil dan menengah menciptakan lapangan kerja bagi orang-orang asli Papua,” ujar Rustan.

Menurutnya, bantuan peralatan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan dibarengi dengan peningkatan keterampilan. Para penerima nantinya akan mendapatkan pelatihan dari tenaga profesional Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Rustan menjelaskan, diversifikasi produk memungkinkan hasil ikan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti abon, abon gulung, bakso ikan, kerupuk dan produk olahan lainnya.

“Kalau hanya kita jual ikan mentah, paling beberapa hari barang itu sudah rusak. Tetapi kalau diversifikasi, hasil olahannya bertambah dengan alat yang diberikan ini,” katanya.

Ia menilai keberadaan peralatan saja belum cukup. Penerima juga perlu dibekali kemampuan produksi, pengemasan, branding hingga pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.

“Walaupun alatnya ada, kalau tidak tahu cara mengerjakannya tentu percuma. Maka harus dilatih, kemudian kemasannya di-branding dengan bagus dan kita carikan pemasarannya agar bisa laku,” ujarnya.

Rustan berharap produk olahan ikan dari kelompok penerima bantuan ke depan dapat masuk ke jaringan ritel modern di Kota Jayapura, seperti Indomaret, Alfamidi, Hypermart dan Saga.
Menurutnya, pemerintah melalui instansi terkait perlu membantu pelaku UMKM memenuhi persyaratan agar produk lokal dapat dipasarkan melalui jaringan ritel modern.

“Kalau ini laku, berarti pendapatannya mereka ada. Kalau pendapatannya ada, berarti ekonominya bisa tumbuh. Kalau ekonominya tumbuh, berarti ada kesejahteraan,” katanya.

Ia juga mendorong agar produk olahan ikan yang dihasilkan kelompok masyarakat dan komunitas gereja dapat dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, Rustan meminta aset Outlet P2HP Dinas Perikanan di kawasan Pasar Youtefa dapat dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan usaha perikanan.

“Aset ini harus kita fungsikan, optimalkan penggunaannya karena di sini sumber ilmu. Bisa belajar beternak ikan, belajar ikan asar dan ilmu-ilmu tentang perikanan lainnya,” katanya.

Ia berharap lokasi tersebut ke depan dapat dikelola secara lebih baik sehingga mampu menjadi pusat pembinaan dan mencetak pengusaha-pengusaha muda, khususnya Orang Asli Papua.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.ST.Pi., M.Si., mengatakan sektor perikanan memiliki potensi besar dalam menunjang perekonomian masyarakat pesisir dan komunitas lokal.
Menurutnya, diversifikasi diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan maupun budidaya ikan.

“Banyak pelaku usaha pemula di bidang pengolahan hasil perikanan yang memiliki semangat dan potensi, namun masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana,” jelasnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada 21 penerima manfaat, dengan rincian lima orang dari Kampung Skouw Yambe, lima orang dari Kampung Skouw Sae, dan 11 orang dari Pemuda Gereja.

Setiap penerima memperoleh satu paket peralatan yang terdiri dari food processor, baskom stainless steel, blender, timbangan digital, talenan, dandang kukus, wajan, serta kompor Hock 22 sumbu.

Matheys berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas produksi, serta mendorong lahirnya produk olahan perikanan bernilai tambah di tingkat kampung dan komunitas.

“Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan kemandirian usaha sekaligus taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan bahwa aset Outlet P2HP Dinas Perikanan di kawasan Pasar Youtefa sudah berdiri sekitar 15 tahun dan digunakan untuk pelatihan, budidaya, serta pengolahan ikan.

“Namun, akibat banjir, dalam dua tahun terakhir kami melakukan pembenahan. Kami terus berupaya mengembalikan fungsi tempat ini agar dapat kembali mendukung kegiatan pelatihan dan pengolahan produk.”tutupnya.(VN).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *