Example floating
AdvetorialBERITAKABAR KOTA JAYAPURAKABAR PAPUAPeristiwa

Abisai Rollo Apresiasi Paskibraka Jayapura, Neeltje Werimon Pembawa Baki di Istana Bawa Kebanggaan

14
×

Abisai Rollo Apresiasi Paskibraka Jayapura, Neeltje Werimon Pembawa Baki di Istana Bawa Kebanggaan

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura – Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru dan jajaran Pemerintah Kota Jayapura menerima secara resmi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Jayapura.

Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik Kota Jayapura yang telah menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, baik di tingkat Kota Jayapura, Provinsi Papua, maupun tingkat pusat di Istana Negara.

Secara keseluruhan, jumlah Paskibraka asal Kota Jayapura yang bertugas pada berbagai tingkatan kurang lebih sebanyak 38 orang.

Penerimaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Jayapura atas dedikasi, kedisiplinan, dan kontribusi para Paskibraka yang telah membawa nama baik Kota Jayapura dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Walikota, mengatakan bahwa anak -anak ini sangat luar biasa karena telah menjalankan tugas dengan sangat baik.

“Pertama -tama saya mau sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi -tingginya kepada mereka semua karena membawa nama Kota Jayapura dan menjalankan tugas dengan sangat baik,”ujar Abisai Roll kepada awak media usai menerima Paskibraka asal Kota Jayapura di halaman depan Kantor Walikota, Rabu (26/8).

Abisai Rollo katakan, selain menerima Paskibraka asal Kota Jayapura kembali.
Pihaknya juga menyerahkan hadiah berupa laptop dan uang pembinaan kepada masing -masing peserta Paskibraka.

“Saya berharap anak -anak ini menjaga diri masing -masing dengan baik hingga menyelesaikan pendidikan di Sekolah dan bisa melanjutkan menjadi Polisi, TNI atau Sekolah Kedinasan lainnya,” Ucapnya.

Ia menambahkan, Anak -anak ini, mereka sudah mengharumkan nama Kota Jayapura, Sekolah Orang Tua, dan Papua. Terutama untuk Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura. Pembawa baki saat upacara penurunan bendera Merah Putih 17 Agustus kemarin di Istana Negara yang di pimpin langsung oleh sang Presiden.

“Dia sangat membanggakan, terima kasih buat SMA Negeri 8 yang baru saja berdiri tapi sudah terkenal lewat siswinya Neeltje Werimon,” Pungkasnya.

Sosok Neeltje Deliana Insjowi Werimon menjadi salah satu perhatian dalam upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Tugas tersebut menjadi momen penting bagi Neeltje karena ia harus membawa bendera dari tiang menuju mimbar kehormatan dan menyerahkannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Jutaan masyarakat menyaksikan prosesi tersebut, baik secara langsung maupun melalui siaran televisi. Neeltje menyadari bahwa tugas yang diembannya tidak memberi banyak ruang untuk melakukan kesalahan.

Rasa gugup pun muncul ketika dirinya berjalan membawa baki menuju mimbar kehormatan.
Namun, kebanggaan karena dapat menjalankan tugas kenegaraan di Istana Merdeka membuatnya mampu mengatasi rasa gugup tersebut.

“Pertama itu saya sebenarnya tidak ada niat masuk Paskibraka. Tapi dukungan dan motivasi dari Guru -guru agar saya mencoba masuk Paskibraka,” ucap Neeltje ketika ditemui usai acara penerimaan Paskibraka.

Putri dari pasangan Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Awom tersebut.
Menceritakan bagaimana sampai dia bisa mendapat kepercayaan yang tidak semua orang dapat. Yaitu sebagai petugas pembawa baki dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka/ Paskibraka Penurunan Bendera di Istana.

Neeltje menjelaskan, dari dukungan penuh Guru itulah membuat ia mencoba mengikuti seleksi tingkat Kota (Jayapura). Dan dari tingkat Kota Jayapura lolos, dirinya di promosikan naik ikut seleksi tingkat Provinsi.

“Puji Tuhan, di Provinsi lolos juga sehingga saya maju mengikuti verifikasi tingkat pusat,” katanya.

Dalam seleksinya kurang lebih tiga hari di Jakarta, Neeltje Deliana Insjowi Werimon menjelaskan. Setelah itu disiarkan secara live bahwa dirinya terpilih dari perwakilan Provinsi Papua.

Selanjutnya dalam pelatihan berminggu -minggu di Jakarta, mereka diroling untuk membawa baki.
Dan pada saat gladi di Istana, selalu Neeltje terpilih mendapat kepercayaan dari pelatih membawa baki.

“Jadi kesempatan itulah membuat saya semakin terbiasa serta percaya diri dengan posisi tersebut sebagai pembawa baki naik turun tangga,” Pungkasnya.

Ia memaparkan lebih dalam, sebenarnya pada hari H, tidak ada pengumuman resmi kalau dia akan membawa baki. Hanya ada penyampaian tim mana yang bertugas naikan bendera dan tim mana yang turunkan bendera.

Dimana tim yang terdapat nama “Neel” panggilan akrab Neeltje Werimon dan kawan -kawan bertugas menurunkan Bendera Merah Putih.
Neeltje mengakui, gugup karena harus membawa bendera dan itu tanggung jawab sangat besar.

“Tapi sekali lagi Puji Tuhan, saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya

Kepercayaan membawa baki bendera dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka. Bagi Neeltje menjadi pengalaman berharga yang tidak akan mudah dilupakannya.

Pada kesempatan sama, orang tua (Ibu) dari Neeltje katakan keluarga tidak pernah terfikirkan semua akan terjadi seperti begini. Namun bagi Steffi Edithya, proses Tuhan sangat -sangat luar biasa buat anaknya.

“Dengan peluang ini, kami orang tua berharap Sekolah SMA Negeri 8 menjadi Sekolah yang diminati oleh anak -anak lain. Dan sebagai orang tua sangat bangga,” Ungkapnya. (VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *