Example floating
BERITAKABAR KOTA JAYAPURA

Pemkot Jayapura Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Penguatan Budaya Baca di Sekolah dan Masyarakat

3
×

Pemkot Jayapura Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Penguatan Budaya Baca di Sekolah dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi tingkat SD/MI, SMP/MTs, taman bacaan masyarakat, perpustakaan kampung, perpustakaan kelurahan, perpustakaan rumah ibadah, serta perpustakaan khusus.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, mewakili Wali Kota Jayapura, bertempat di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (19/8).

Dalam sambutan Wali Kota Jayapura yang dibacakannya, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun manusia yang cerdas, beradab, dan berdaya saing.

“Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan beragam saat ini, kemampuan tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami, menyaring, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi dengan bijak menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan literasi akan semakin bermakna apabila tumbuh menjadi budaya dan kebiasaan hidup yang melekat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Ia pun menyampaikan sejumlah arahan kepada para peserta Bimtek. Pertama, peserta diminta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan, layanan informasi, serta metode menumbuhkan minat baca.

“Bawa pulang ilmu ini, terapkan di tempat tugas masing-masing, dan bagikan kembali kepada rekan-rekan lainnya agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Kedua, perpustakaan dan ruang bacaan diharapkan dapat menjadi pusat penguatan budaya literasi. Di sekolah, perpustakaan harus menjadi ruang yang menyenangkan agar anak-anak memiliki kegemaran membaca sejak dini.

Sementara di masyarakat, taman bacaan, perpustakaan kampung, dan perpustakaan kelurahan diharapkan menjadi tempat warga belajar bersama, berdiskusi, serta mencari jawaban atas berbagai kebutuhan informasi.

“Jangan jadikan ruang ini hanya tempat menyimpan buku, tetapi jadikan ia ruang yang hidup, terbuka, dan menginspirasi,” pesannya.

Ketiga, Ni Nyoman mendorong adanya kerja sama yang erat antara sekolah dan masyarakat. Menurutnya, guru maupun pengelola perpustakaan masyarakat tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi dalam berbagi buku, pengalaman, dan ide.

Keempat, literasi diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis, termasuk membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan salah agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.

“Budaya literasi bukan hanya soal banyak membaca, tetapi juga soal bijak berpikir dan bijak bertindak,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan literasi dan pengelolaan perpustakaan. Namun, keberhasilan penguatan budaya literasi sangat bergantung pada semangat dan ketekunan seluruh pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Dolfina Jece Mano, selaku Ketua Panitia, mengatakan perpustakaan merupakan salah satu sarana strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan budaya baca, serta mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

“Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menemukan, menilai, mengolah, menggunakan, dan menyebarkan informasi secara tepat, kritis, etis, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ia mengatakan, penguatan literasi informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus mendukung proses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Dolfina, pelaksanaan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan peserta dalam mengelola serta memanfaatkan informasi sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di satuan pendidikan dan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pembekalan kepada pustakawan, guru, dan pegiat literasi mengenai kemampuan mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi, serta memanfaatkan sumber informasi yang relevan.

“Peserta diharapkan mampu membimbing masyarakat maupun peserta didik dalam menggunakan informasi secara kritis, etis, dan efektif,” katanya.

Selain itu, Bimtek ini diharapkan mendorong kolaborasi lintas profesi untuk membangun ekosistem literasi informasi yang kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pustakawan berperan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, dan pegiat literasi sebagai agen perubahan dalam memberdayakan masyarakat,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *