Example floating
BERITAPolitik

HUT RI ke-81, Rusli Wandik Soroti Situasi Kemanusiaan dan Keamanan di Tanah Papua

21
×

HUT RI ke-81, Rusli Wandik Soroti Situasi Kemanusiaan dan Keamanan di Tanah Papua

Sebarkan artikel ini
Rusli Wandik, S.I.Kom

Paraparatv.id | Jayapura – Pasca perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Tolikara, Rusli Wandik, S.I.Kom., menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan dan keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Tanah Papua.

Sebagai warga negara Indonesia, menurut Rusli, masyarakat patut bangga dan bersemangat memperingati 81 tahun perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Usia 81 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, serta martabat setiap warga negara.

“Kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kami berharap pembangunan Tanah Papua terus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penanganan situasi keamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan penuh kasih—seperti kasih seorang ayah kepada anaknya,”ujar Rusli melalui rilisnya, Senin (17/8).

Ia menilai persoalan keamanan di Tanah Papua membutuhkan evaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, pernyataan dan kebijakan pemerintah yang disampaikan di ruang publik hendaknya sejalan dengan pelaksanaannya di lapangan.

“Masyarakat Papua membutuhkan rasa aman, perlindungan, dan kehadiran negara yang mengayomi serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan,”katanya.

Karena itu, Rusli berharap Presiden Republik Indonesia dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pola penanganan situasi keamanan di Tanah Papua, termasuk koordinasi dan pelaksanaan tugas oleh institusi TNI dan Polri.

Menurutnya, pendekatan keamanan harus berjalan seiring dengan pendekatan kemanusiaan dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

“Kita masih mendengar dan melihat masyarakat di sejumlah wilayah Tanah Papua yang mengalami pengungsian dan harus meninggalkan tempat tinggal, maupun tanah kelahiran mereka, antara lain di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, Yahukimo, Maybrat, dan wilayah lainnya,” Ungkapnya.

Ia menambahkan, Masyarakat selayaknya mendapatkan perlindungan dan pelayanan secara humanis. Mereka adalah bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk hidup aman, mendapatkan pelayanan pemerintah, memperoleh pendidikan, kesehatan, serta membangun masa depan di tanah kelahirannya.

“Jika daerah-daerah lain di Indonesia dapat menikmati keamanan dan pembangunan, maka masyarakat Tanah Papua juga berhak merasakan hal yang sama. Persoalan keamanan yang berlangsung dari tahun ke tahun perlu ditangani secara menyeluruh dengan pendekatan yang mampu menyentuh akar persoalan, bukan hanya menyelesaikan dampak di permukaan,”ucapnya.

Memasuki usia ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia, sudah saatnya kita membuktikan kedewasaan bernegara melalui kebijakan yang adil, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Tanah Papua bukan hanya wilayah dalam peta Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga merupakan tanah tempat manusia hidup, membangun keluarga, menjaga budaya, serta menggantungkan harapan bagi masa depan.

“Karena itu, kami berharap negara hadir dengan pendekatan yang adil dan humanis, menjaga masyarakat sekaligus membangun kesejahteraan. Dengan demikian, kecintaan terhadap sesama warga negara Indonesia dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat di Tanah Papua,”tutup Rusli. (Redaksi/VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *