Example floating
AdvetorialBERITAKABAR KOTA JAYAPURAPeristiwa

Kampung Holtekamp Ikuti Penilaian Kampung Pancasila di Perbatasan Papua

15
×

Kampung Holtekamp Ikuti Penilaian Kampung Pancasila di Perbatasan Papua

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, menjadi salah satu Kampung Pancasila di Papua. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG). Kamis, (20/8).

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah memberikan kesempatan kepada Kampung Holtekamp untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila.

“Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, pihak TNI melaksanakan kegiatan dengan memberikan penilaian terhadap kampung-kampung. Kurang lebih ada 60 kampung di seluruh Indonesia, dan Kampung Holtekamp di Kota Jayapura juga masuk dalam kategori untuk diberikan penilaian sebagai Kampung Pancasila,” ujar Abisai.

Menurutnya, masuknya Kampung Holtekamp dalam penilaian Kampung Pancasila menjadi kebanggaan bagi Kota Jayapura, terlebih kampung Holtekamp merupakan salah satu kampung yang berada di Distrik Muara Tami yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini (PNG).

“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak TNI. Harapannya, selain Kampung Holtekamp, ke depan kampung-kampung lain maupun kelurahan juga bisa diberikan penilaian, sehingga kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini harus mencintai negara dan Pancasila menjadi dasarnya,” katanya.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., mengatakan Kampung Pancasila merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan teritorial TNI AD dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, Kampung Pancasila bukan sekadar program maupun perlombaan, tetapi menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat gotong royong, toleransi, persatuan, kemandirian, serta kepedulian terhadap kemajuan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam konteks Papua, nilai-nilai tersebut memiliki arti yang sangat penting. Keberagaman suku, agama, budaya dan adat istiadat merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama sebagai kekuatan dalam membangun Papua yang aman, damai, maju dan sejahtera,” ujar Pangdam.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Lomba Kampung Pancasila Tahun Anggaran 2026, khususnya masyarakat Kampung Holtekamp yang dinilai telah menunjukkan semangat dan kreativitas dalam membangun kampungnya.

Dalam proses penilaian, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, antara lain pembinaan ketahanan pangan, pembinaan UMKM, pembinaan Wanra, pembinaan Karang Taruna, serta pemanfaatan media sosial.

Pangdam menjelaskan, pembinaan ketahanan pangan diarahkan untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya lokal melalui pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kegiatan produktif lainnya.

Selain itu, pembinaan UMKM dinilai penting untuk menciptakan sumber penghasilan masyarakat yang berkelanjutan. Pembinaan Wanra juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bela negara dan kesiapsiagaan masyarakat dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Sementara pembinaan Karang Taruna diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, berkarakter dan memiliki kepedulian sosial. Adapun media sosial diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempromosikan berbagai potensi positif yang dimiliki masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah proses penilaian selesai. Yang lebih penting adalah bagaimana semangat Kampung Pancasila dapat terus tumbuh dan menjadi budaya kehidupan masyarakat sehari-hari,” tegasnya.

Ketua Tim Penilaian Kampung Pancasila, Waaster Kasat Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat Kampung Holtekamp dalam program tersebut.

Menurut Boemi, Kampung Pancasila menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, kerukunan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika, terutama bagi generasi muda di Papua.

“Kampung Pancasila ini sebagai bentuk media pembelajaran bagi masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, kerukunan, nilai Bhinneka Tunggal Ika serta wadah untuk generasi muda bangsa, terutama masyarakat di Papua,” kata Boemi.

Ia berharap Kampung Holtekamp dapat menjadi contoh dan pemicu bagi kampung-kampung lainnya di Kota Jayapura maupun Papua untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

“Dengan adanya lomba Kampung Pancasila ini, semoga Kampung Holtekamp bisa menjadi trigger bagi kampung-kampung lainnya yang ada di Kota Jayapura bahkan Papua sehingga bisa menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila bagi generasi muda bangsa,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *