Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura menggelar Creative Festival Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Jayapura Tahun 2026 dengan tema “Festival IKM Merdeka, Ekonomi Berdaya, Indonesia Jaya”.
Kegiatan tersebut resmi dibuka di Terminal Tipe A Entrop, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026), dan menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran bagi pelaku IKM, UMKM, industri kreatif sertapengusaha binaan Pemerintah Kota Jayapura.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, menghadirkan 48 pelaku usaha binaan Pemkot Jayapura dengan berbagai produk unggulan lokal. Kegiatan diisi dengan pameran dan promosi produk IKM, transaksi penjualan, edukasi, hiburan hingga penutupan festival.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan Festival IKM digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus mendorong mereka mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, kemajuan usaha tidak hanya ditentukan oleh produk yang dihasilkan, tetapi juga tata kelola usaha yang baik, peningkatan keterampilan, kualitas produk, serta kemampuan dalam memasarkan hasil produksi.
“Melalui tata kelola usaha yang baik, kemajuan usaha pasti dapat tercapai,” ujar Abisai Rollo.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya mengembangkan potensi sumber daya manusia pelaku usaha melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang selama ini dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM.
Festival IKM, lanjutnya, menjadi bagian dari tindak lanjut pembinaan tersebut sekaligus mendukung visi Pemerintah Kota Jayapura untuk mewujudkan Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
Abisai menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat yang bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata serta pelestarian budaya lokal.
“Penting untuk memperkuat peran industri kecil dan menengah sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah,” katanya.

Terlebih, festival tersebut digelar dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas akses pasar.
Pemkot Jayapura, kata Abisai, tidak ingin produk IKM hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu naik kelas hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kita ingin produk karya anak bangsa, khususnya masyarakat Kota Jayapura, memiliki kualitas, kemasan, merek, legalitas, standar produksi serta strategi pemasaran yang semakin baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan keterampilan teknis, mutu, kualitas produk dan pemasaran hasil produksi pelaku usaha.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., mengatakan Festival IKM Kota Jayapura merupakan sarana promosi, pemasaran, pengembangan jejaring usaha dan peningkatan daya saing produk IKM serta industri kreatif.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku IKM, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulannya secara langsung kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan calon konsumen,” kata Alberto.
Ia menjelaskan, festival tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan promosi dan pemasaran produk IKM, memperluas akses pasar, meningkatkan motivasi kewirausahaan, mendorong peningkatan kualitas dan kontinuitas produksi serta memperkuat daya saing produk lokal.
Selain itu, festival diharapkan dapat mendorong masyarakat mencintai dan menggunakan produk lokal, membuka ruang promosi bagi IKM OAP, membangun jejaring antara pelaku usaha dengan pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong inovasi, kreativitas, kemasan dan branding produk.
“Harapannya, produk IKM Kota Jayapura dapat membuka peluang pasar ke tingkat regional, nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Alberto menambahkan, sasaran Festival IKM meliputi pelaku IKM Kota Jayapura, industri kreatif, pelaku UMKM, pelaku usaha OAP, kelompok usaha binaan Dinas Perindagkop dan UKM, Dekranasda Kota Jayapura, masyarakat sebagai konsumen produk lokal, dunia usaha, calon mitra pemasaran serta instansi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Festival IKM Kota Jayapura 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ekosistem usaha lokal, meningkatkan transaksi, memperluas jaringan pemasaran dan mendorong pelaku IKM menjadi usaha yang mandiri, produktif serta berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam mendorong sektor industri sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya pembinaan terhadap pelaku usaha juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dan peningkatan daya saing produk Kota Jayapura.(VN)














