Paraparatv.id | Intan Jaya | Ratusan masyarakat Kabupaten Intan Jaya bersama mahasiswa dan Intelektual menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (3/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyatakan penolakan terhadap keberadaan maupun penambahan pos TNI yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan bahwa penolakan tersebut didasari oleh banyaknya korban yang, menurut mereka, terus berjatuhan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menilai situasi keamanan di Intan Jaya telah menyebabkan masyarakat hidup dalam ketakutan, mengungsi, dan berpindah-pindah kampung.
Para peserta aksi juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas secara bebas. Mereka mengklaim kondisi tersebut telah memicu berbagai persoalan kemanusiaan, seperti kelaparan, penderitaan ibu hamil, serta adanya warga yang menjadi korban kekerasan.
Karena itu, masyarakat, mahasiswa, dan kaum intelektual Intan Jaya menyatakan menolak keberadaan pos keamanan maupun pos TNI di Kabupaten Intan Jaya. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar situasi keamanan di daerah tersebut dapat membaik.
Selain itu, dalam aksi tersebut Bupati Intan Jaya disebut mendukung aspirasi masyarakat dan mahasiswa serta mendorong agar tuntutan tersebut diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai upaya mencari penyelesaian atas jatuhnya korban yang menurut massa masih terus terjadi sepanjang tahun 2026.(VN)














