Example floating
BERITAPeristiwaPolitik

Perempuan Bangsa-PKB Papua Gelar Muswil Perdana: Percepat Keterwakilan Perempuan dalam Politik

14
×

Perempuan Bangsa-PKB Papua Gelar Muswil Perdana: Percepat Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Dewan Pimpinan Wilayah Perempuan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua secara resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pertama, yang berlangsung khidmat di Hotel Horison Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Bangsa-PKB, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA, didampingi pengurus Perempuan Bangsa-PKB sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPW PKB Provinsi Papua H. Heru Soroso, S.Pd., M.Si., Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Papua beserta seluruh jajaran pengurus, serta Origenes Kambuaya, SH, MM selaku Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh yang akrab disapa Ninik, menyampaikan bahwa Muswil ini merupakan bagian dari rangkaian musyawarah wilayah yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

“Perempuan Bangsa adalah salah satu badan khusus perempuan di lingkungan Partai Kebangkitan Bangsa,” ujar Ninik di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, seluruh Muswil di 38 provinsi diharapkan selesai paling lambat 15 Juli 2026. Selanjutnya, pelantikan pengurus Perempuan Bangsa tingkat provinsi se-Indonesia serta pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB akan digelar secara serentak pada 22 Juli 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Harlah Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut Ninik, keberadaan Perempuan Bangsa sangat krusial untuk menjawab tantangan pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di dunia politik.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, bukan hanya bagi PKB melainkan seluruh partai politik. Kita tahu jumlah pemilih perempuan sangat besar, namun masih sulit mencari calon perempuan yang siap maju,” katanya.

Ia berharap dengan kepengurusan yang tertata rapi dari pusat hingga daerah, semakin banyak perempuan – khususnya perempuan Papua – yang berani masuk ke kancah politik.

“Pengalaman dan kepentingan perempuan tidak bisa diwakilkan. Harus perempuan sendiri yang duduk di kursi pengambil kebijakan, agar suara dan aspirasi mama-mama Papua benar-benar didengar dan ditindaklanjuti, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Hal ini juga sekaligus untuk memperkuat posisi dan dukungan bagi PKB di Tanah Papua hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Mewakili Gubernur Papua, Origenes Kambuaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Muswil ini. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi serta merumuskan langkah kemajuan ke depan bagi masyarakat Papua.

“Di Tanah Papua, kita mengenal sosok mama-mama Papua sebagai simbol ketangguhan, kasih sayang, teladan, dan tiang penyangga keluarga serta masyarakat. Peran mereka sangat menentukan kualitas pembangunan daerah,” tekannya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Papua H. Heru Soroso menegaskan Muswil ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di wilayah Papua.

“Selama ini belum pernah ada Muswil Perempuan Bangsa yang digelar di sini. Ini menjadi awal persiapan kita menyongsong tahun 2029,” ujar Heru.

Ia memastikan seluruh lini organisasi partai akan digerakkan maksimal. “Semua mesin partai kita hidupkan, agar PKB bisa memiliki keterwakilan lebih besar di legislatif maupun eksekutif. Dengan begitu, kita bisa melayani dan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat Papua,” tambahnya, seraya memastikan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota sudah berjalan dengan baik.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Papua sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muswil, Ria Palalo, menambahkan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Perempuan Bangsa sebagai mitra strategis partai dalam pemberdayaan perempuan, kehidupan sosial kemasyarakatan, serta pembangunan di Papua.

“Muswil ini bukan hanya pertanggungjawaban periode lalu, melainkan ruang bersama untuk mengevaluasi, menyusun arah kebijakan, dan memilih pemimpin baru yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan kita,” tutup Ria.(T)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *