Paraparatv.id | Jayapura | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jayapura Launching sejumlah unit usaha produktif serta tempat penitipan anak kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat TP PKK Kota Jayapura, Senin (15/6).
Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi para kader PKK sekaligus membantu para aparatur sipil negara (ASN) yang membutuhkan layanan penitipan anak.
Ketua TP PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, mengatakan peluncuran tersebut meliputi usaha kantin, galeri, salon, serta tempat penitipan anak yang dikelola oleh Bunda PAUD.
“Kami launching usaha-usaha daripada PKK yaitu kantin, galeri, dan salon. Lalu usaha dari Bunda PAUD yaitu kita buka tempat penitipan anak. Tujuannya agar PKK memiliki kegiatan yang sesuai dengan 10 program pokok PKK, sekaligus memberi kesempatan bagi ibu-ibu yang belum memiliki usaha agar bisa berwirausaha di sini dan memperoleh penghasilan tambahan,” ujarnya.
Menurut Nerlince, galeri PKK akan menjadi ruang bagi para ibu untuk memasarkan berbagai hasil karya kreatif, seperti mahkota, tusuk konde, aneka aksesori, hingga produk batik yang dibuat sendiri.
“Khusus untuk galeri, di sini ada ibu-ibu yang bisa membuat mahkota, tusuk konde, aksesori, dan kami juga memiliki usaha batik. Semoga apa yang kami kerjakan hari ini mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, keberadaan tempat penitipan anak ditujukan untuk membantu ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, khususnya para orang tua yang memiliki balita.
“Untuk penitipan anak ini kami buka dengan tujuan membantu ASN yang bekerja di Pemerintah Kota Jayapura, terutama yang berkantor di Kantor Wali Kota dan memiliki bayi atau anak kecil, sehingga mereka bisa menitipkan anaknya di sini,” jelasnya.
Nerlince menegaskan bahwa aspek keamanan dan kualitas pengasuhan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan tempat penitipan anak tersebut. Karena itu, tenaga pengasuh yang direkrut berasal dari lulusan Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) maupun pensiunan guru TK yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan anak usia dini.
“Mungkin banyak ibu-ibu yang berpikir siapa yang akan menjadi pengasuh, karena kita sering mendengar berbagai persoalan di tempat penitipan anak yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan anak. Untuk tenaga kerjanya, kami mengambil dari lulusan PGTK ataupun pensiunan guru TK. Namun mereka juga harus mengikuti beberapa tahapan seleksi, terutama psikotes, untuk mengukur kemampuan dan kelayakan mereka sebelum diterima sebagai pengasuh,” tuturnya.
Melalui berbagai program tersebut, TP PKK Kota Jayapura berharap dapat memperkuat pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.(VN)














