Example floating
AdvetorialEkonomi

Bank Indonesia Perkuat Penyediaan Rupiah di Wilayah 3T Papua

36
×

Bank Indonesia Perkuat Penyediaan Rupiah di Wilayah 3T Papua

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Sarmi | Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup,pecahan yang sesuai, dan kondisi layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Warsono melalui Siaran Pers, pada Senin, 13 April 2026.

---

Warsono menjelaskan, sepanjang Maret 2026, Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua telah melaksanakan beberapa kali kegiatan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.

KKLK Distrik Senggi, Kabupaten Keerom

Kegiatan KKLK yang dilaksanakan pada 5–7 Maret 2026 ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Keerom.

“Kegiatan ini ditempuh melalui jalur darat dengan medan yang cukup menantang,” tegas Warsono.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Warsono, BI juga memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Kegiatan KKLK yang dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026 ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Supiori, khususnya Distrik Supiori Selatan.

Selain itu, BI juga memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk mendorong pemerataan distribusi Uang Layak Edar (ULE) serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Menurutnya, kondisi geografis yang terpencil dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transaksi tunai menyebabkan uang Rupiah cenderung beredar dalam waktu lama, sehingga rentan mengalami kerusakan fisik.

“Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya peningkatan intensitas KKLK serta edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri uang layak edar dan cara menjaga kualitas uang,” ujarnya.

Untuk itu, upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran transaksi ekonomi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah di wilayah tersebut.

Kegiatan KKLK yang dilaksanakan pada 27–30 Maret 2026 ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai. Karakteristik wilayah pegunungan yang sulit dijangkau dan terbatasnya akses layanan perbankan menyebabkan uang Rupiah cenderung beredar dalam waktu yang lama dan rentan mengalami kerusakan fisik.

Ia mengatakan, tingginya ketergantungan masyarakat pada transaksi tunai serta rendahnya frekuensi penggantian uang menyebabkan uang beredar cepat rusak, namun tetap digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Meski demikian, kata Warsono, kondisi ini menjadi semangat bagi Pejuang Rupiah untuk terus memperkuat distribusi uang tunai melalui KKLK 3T serta memberikan edukasi berkelanjutan, agar kualitas uang yang beredar tetap terjaga dan mendukung efisiensi sistem pembayaran di wilayah pegunungan Papua Tengah.

“Ke depan, BI akan terus memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan guna memastikan Rupiah hadir di seluruh pelosok, termasuk wilayah 3T,” tandasnya.

Dengan demikina, BI juga mengajak masyarakat untuk selalu merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.

“Selain itu, masyarakat diharapkan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga,” pesannya.

Warsono menambahkan, sinergi antara penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, dan peran aktif masyarakat dalam bertransaksi bijak diharapkan dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran. (Redaksi).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *