Paraparatv.id | Sentani | Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, Nelson Yohosua Ondi, menegaskan adanya indikasi kelalaian berulang di RSUD Yowari yang berkontribusi pada meningkatnya kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayapura.
Menurut Nelson, berbagai komisi DPRK, termasuk Fraksi Otsus, telah beberapa kali turun melakukan pengawasan ke RSUD Yowari. Ia menegaskan temuan lapangan juga sejalan dengan data resmi dalam dokumen RPJMD Kabupaten Jayapura.
“Kami dari DPRK termasuk Fraksi Otsus dan juga komisi C sudah beberapa kali meminta data, kami juga sudah turun lapangan untuk melakukan pengawasan ke RSUD Yowari”. Ujar Nelson
Nelson juga meminta agar dana Otsus di Rumah Sakit Yowari akan dihentikan dan digeser ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura.
“Kami akan hentikan dana Otsus di Rumah Sakit Yowari dan digeserkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, nanti dari Dinas Kesehatan mereka bekerja sama dengan Rumah Sakit yang lain”. Ujarnya
Nelson juga menambahkan bahwa angka kematian Ibu dan Anak semakin meningkat di Kabupaten Jayapura.
“Dalam dokumen RPJMD Saudara Bupati sudah tertera angka kematian Ibu dan Anak dan itu bukan baru, harusnya Direktur Rumah Sakit Yowari punya data itu”. Ujarnya
Selain itu, Nelson berharap kepada Direktur RSUD Yowari dan jajarannya untuk bertanggung jawab atas kejadian ini, lebih tepatnya Direktur RSUD Yowari harus mengundurkan diri dari jabatannya.
“Mereka harus mengundurkan diri, mulai dari Direktur dan semua yang menjabat di situ, karena mereka belum bekerja sesuai dengan janji mereka di RSUD yowari”.tutupnya (Keke)

















