Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAKABAR KOTA JAYAPURASosial Budaya

Lestarikan Nilai Budaya, Pemkot Jayapura Berkomitmen Gunung Srobu Sebagai Situs Cagar Budaya

675
×

Lestarikan Nilai Budaya, Pemkot Jayapura Berkomitmen Gunung Srobu Sebagai Situs Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini
Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey (kaos Hitam) bersama Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat meninjau lokasi gunung srobu sebagai kawasan cagar budaya
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si bersama rombongan mendaki Gunung Srobu seluas dua hektare lebih yang terletak di Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. Minggu (12/5).

Gunung Srobu mempunyai ketinggian antara dua meter hingga 98 meter di atas permukaan air laut, yang dikelilingi oleh Kampung Nafri, Kampung Enggros, dan Kampung Tobati.

“Kita bersyukur luar biasa ini situs cagar budaya yang sebelum ditemukan ini kita tidak pernah membayangkan bahwa ada kehidupan di abad ke-4 Masehi,” Ucap Frans Pekey kepada Media.

Dan itu sudah di buktikan dengan dilakukan penelitian cukup lama oleh ahli arkelogi Papua,
situs ini menjadi situs yang tak ternilai yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

“Untuk itu tugas kita, bukan saja Pemerintah tapi dengan masyarakat pertama tama itu kita menjaga dulu Situs Gunung Srobu supaya yang sudah di temukan ini tidak ada yang rusak apalagi di ambil”,ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, sebagai upaya untuk melestarikan situs cagar budaya maka pihaknya akan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi Gunung Srobu.

Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen kedepan untuk membangun sebuah situs baru yang akan di gunakan oleh masyarakat sebagai pengembangan Ilmu Pengetahuan, Wisata ataupun nilai nilai history lainnya.

“Sehingga bersama -sama dengan instansi terkait, Kementerian, Provinsi, dan Kota akan terus membangun kawasan situs gunung Srobu ini. Karena itu mari kita jaga, jangan sampai ada pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab datang merusak, kehadiran kita hari ini memiliki sebuah komitmen yang kuat untuk kita mengelola melestarikan nilai budaya mewarisinya untuk kedepan dalam berbagai fungsi,”pungkasnya

Sementara itu, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erlina Novita Itje mengatakan situs cagar budaya Gunung Srobu sudah terbentuk sejak 1.740 tahun lalu atau sekitar 4 Masehi dimana ditemukan jejak manusia masa pra sejarah akhir di Papua.

“Selain jejak pemukiman kami juga menemukan lima struktur megalitik yang terhampar di sepanjang punggung bukit. Lima struktur megalitik tersebut yakni dua pusat pemujaan, tiga tempat penguburan, selain itu juga ditemukan seperti arca megalitik yang menggambarkan sudah ada struktur kepemimpinan dengan strata sosial yang sangat jelas,”ucapnya.

Dirinya berharap kedepan situs srobu ditetapkan menjadi situs cagar budaya.

“Kita berharap situs srobu akan menjadi salah satu pusat budaya untuk mempelajari Papua masa lampau dengan budaya yang bisa menunjukkan identitas kita,”tutupnya

Diketahui Frans Pekey mendaki Gunung Srobu bersama rombongan diantaranya Pj Sekda Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Kabid Kebudayaan Kota Jayapura, Kabid Kebudayaan Provinsi Papua, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Jayapura, Ahli Arkelogi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, awak media beserta masyarakat setempat.(VN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *