Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan

Ujian Semester SMP Negeri 1 Depapre Gunakan Dana Pribadi Wakepsek, Honorer Palang Sekolah 

83
×

Ujian Semester SMP Negeri 1 Depapre Gunakan Dana Pribadi Wakepsek, Honorer Palang Sekolah 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id |Sentani| Tenaga honorer di SMP Negeri 1 Depapre terpaksa harus memalang sekolah tempat mereka bekerja lantaran hingga saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura belum menunjuk kepala sekolah yang baru untuk memimpin sekolah tersebut.

Sarles Nerotouw, salah satu tenaga honorer yang ditemui paraparatv.id menjelaskan, pemalangan ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura yang acuh terhadap nasib seluruh peserta didik yang mengenyam pendidikan di SMP Negeri 1 Depapre 

Bahkan dia mengungkapkan sejak bulan November 2023 hingga awal Maret 2024 seluruh operasional di sekolah tersebut berjalan menggunakan dana pribadi dari Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMP Negeri 1 Depapre yang berpatungan dengan beberapa guru lainnya.

“Seluruh operasional di sekolah ini dibiayai oleh uang pribadi dari wakil kepala sekolah. Karena kapasitas beliau sebagai wakil sangat terbatas untuk mengunakan dana BOS. termasuk untuk membayar gaji atau honor kami” kata Sarles saat ditemui di halaman SMP 1 Depapre, Jumat (08/03).

“Bahkan untuk Ujian Semester anak-anak kemarin semua menggunakan uang pribadinya, karena kita prihati akan hal ini makanya kita palang sekolah supaya bisa menjadi perhatian dari Dinas (Pendidikan)” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pasca pensiunnya Kepala Sekolah sebelumnya pada bulan Oktober 2023 lalu, proses belajar mengajar dan hal-hal lain mulai muncul di sekolah tersebut.

Hal ini disebabkan karena wakil kepala sekolah yang saat ini sementara memimpin sekolah tersebut tidak memiliki mandat untuk menggunakan dana tersebut.

“Sudah mulai dari bulan November, semua mulai kacau disini karena wakil ini tidak punya mandat untuk gunakan dana bos. Jadi dari kesepakatan bersama saat itu untuk sementara seluruh operasional di sekolah menggunakan dana pribadi pak wakil termasuk membayar gaji 3 orang honorer”

“Tapi hal itu terus berlanjut, hingga pak wakil kena musibah dan mengatakan kalau dia sudah tidak bisa bayar gaji kami dan lanjutkan operasional sekolah dari biaya pribadinya” kata Sarles.

Oleh sebab itu dia meminta agar Dinas Pendidikan segera menunjuk Kepala Sekolah yang baru agar seluruh operasional di sekolah tersebut dapat berjalan kembali. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *