Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HeadlineKABAR KOTA JAYAPURA

Pemkot Jayapura Evaluasi Program BAAS Percepat Penurunan Stunting

362
×

Pemkot Jayapura Evaluasi Program BAAS Percepat Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melakukan koordinasi dan evaluasi tim percepatan penurunan stunting, guna membahas pelaksanaan intervensi Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) 2023.

Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, Dr Frans Pekey M. Si, menyampaikan Target untuk intervensi ataupun penanganan di kota Jayapura capai 25.000 jiwa dan selama ini targetnya belum tercapai.

“Laporan dari dinas sampai dengan Desember 2023 sudah 18.000 dari 25.000 dan ternyata partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu memeriksakan dan mengukur anaknya meningkat sampai di bulan Desember totalnya ada sekitar 18.000 lebih,”ucap Frans Pekey usai melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi tim percepatan penurunan stunting di Kota Jayapura, Kamis (18/1/2024).

Ia menjelaskan apabila selama ini kurang ternyata karena jumlah masyarakat yang datang ke Posyandu itu sedikit begitu partisipasi masyarakat datang ke Posyandu meningkat di Desember 2023 maka kasus juga meningkat.

“Kasus meningkat bukan karena kita gagal dalam penanganan tetapi meningkat karena jumlah masyarakat yang datang itu semakin meningkat ini baik supaya program intervensi ketika kita mengetahui bahwa berapa gizi kurang berapa gizi buruk ketahuan barulah intervensi tapi kalau tidak ada pemeriksaan itu susah, “ujar Pekey

Untuk masuk kita juga mendapatkan tantangan dari keluarga atau orang tua bahkan yang sudah dari hasil pengukuran dinyatakan stunting tetapi masih ada keluarga orang tua yang tidak mau mengakui bahwa anaknya stunting melakukan penolakan terhadap petugas serta kader-kader dan lain sebagainya.

“Dari hasil evaluasi ini kita akan masih lanjut lagi program ini terus-menerus, baik melalui program BAAS dan juga melalui dinas terkait seperti dinas kesehatan dan Dinas Pemberdayaan perempuan dan KB dalam program intervensi,” Pungkas Pekey

Lanjut ia mengatakan kalau ingin menurunkan apalagi membebaskan maka bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab dari dalam keluarga bagaimana pola asuh yang baik, pola pemberian makanan yang baik dan sehat menjaga lingkungan yang bersih di rumah di sekitar rumah itu semua akan menentukan.

“Sejauh ini dari pemerintah kota sendiri untuk sosialisasi yaitu petugas dari Puskesmas, kader Posyandu sudah jalan dan juga ada program-program khusus yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan perempuan dan KB dan juga bagaimana menghimbau kita sosialisasi terutama dalam memberikan edukasi,”ucap Frans

Apabila bicara stunting adalah dampak tetapi bagaimana langkah upaya pencegahan
yang dioptimalkan dan pencegahan mulai dari dalam keluarga dan dalam rumah dengan pola asuh, makanan, kebersihan di dalam rumah, lingkungan itu semua akan berpengaruh. (VN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *