Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAKABAR SENTANIOlahraga

Berhasil Harumkan Nama Daerah, Atlet NPCI Kabupaten Jayapura Tidak Diperhatikan

×

Berhasil Harumkan Nama Daerah, Atlet NPCI Kabupaten Jayapura Tidak Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
Dibawah arahan Katerina Wally para atlet cabor Atletik NPCI berlatih dengan penuh semangat dan motivasi.
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Minimnya fasilitas olahraga untuk Atlet disabilitas di Kabupaten Jayapura memaksa 9 atlet National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) di daerah tersebut berlatih fisik dengan fasilitas seadanya di Lapangan Theys Eluay, Kota Sentani, Rabu (29/11).

Dibawah arahan Katerina Wally selaku pelatih cabang olahraga (Cabor) atletik, kesembilan atlet itu mengikuti latihan dengan penuh semangat.

Saat ditemui paraparatv.id, Katerina mengungkap bahwa para atlet yang ia bina selama ini memiliki sejumlah prestasi gemilang yang mengharumkan nama Kabupaten Jayapura.

Kata dia, pada Pekan Pelajar Paralimpik Nasional (Peparpenas) X Palembang 2023 lalu atlet NPCI Kabupaten Jayapura berhasil menorehkan prestasi yang cukup baik dengan hasil 6 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu.

“Itu yang berhasil diraih oleh atlet pelajar Kabupaten Jayapura untuk tingkat Nasional” Kata Katerina.

Dia mengungkapkan, sebelumnya para atlet disabilitas dari cabor atletik ini selalu berlatih di Stadion Bas Youwe, namun karena satu dan lain hal yang tidak ingin ia sebutkan, terpaksa para atlet ini harus dipindahkan untuk berlatih dengan fasilitas seadanya di Lapangan Theys Eluay.

Wanita yang juga adalah sekretaris NPCI Kabupaten Jayapura ini mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah setempat kepada pihaknya untuk membina dan mengembangkan bakat dari para atlet.

Kata dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta bantuan dari pemerintah untuk memfasilitasi tempat latihan bagi para atlet.

Namun upaya demi upaya yang dilakukan itu tidak pernah membuahkan hasil yang baik.

“Kami pernah naik ke Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura) dengan membawa anak-anak yang berprestasi, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah”

“Sehingga kami merasa, anak-anak dan adik-adik kami yang berprestasi ini seperti anak pinggiran yang tidak perlu diperhatikan. Jadi selama ini untuk latihan dan lain-lain kami swadaya sehingga bisa dilihat kami latihan dengan fasilitas seadanya seperti saat ini” ucapnya.

“Kita sudah sampai ketemu dengan bupati dan sekda tapi untuk NPCI Kabupaten Jayapura sama sekali tidak ada tanggapan” tambahnya.

Dia menambahkan, meski tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jayapura namun, pihaknya selalu optimis untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para atlet dengan fasilitas seadanya.

Kata Katerina, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan para atlet untuk mengikuti ajang Peparnas Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2024 mendatang.

Persiapan ini dilakukan karena NPCI Provinsi Papua telah menghubungi NPCI Kabupaten Jayapura untuk menyiapkan para atlet untuk mengikuti ajang nasional yang cukup bergensi itu.

Ditambahkannya, selain cabor atletik ada cabor lain yang paling berpeluang untuk mendulan medali, baik itu emas, perak maupun perunggu.

“Cabor renang yang paling berpeluang menghasilkan medali” tambahnya.

Kata dia untuk persiapan menuju Peparnas Aceh – Sumatera Utara, saat ini pihaknya masih berupaya untuk mengumpulkan dan memberi motivasi kepada para atlet.

Disinggung mengenai fasiltas yang selama ini digunakan untuk latihan oleh para atlet renang, Katerina mengatakan bahwa fasilitas ataupun kolam renang yang biasa digunakan untuk latihan adalah venue renang di Istora Lukas Enembe, Sentani Timur.

“Tapi harus bayar, untuk sekali latihan itu dihitung per kepala Rp. 250.000, jadi dikalikan saja 17 atlet berapa uang yang harus kami keluarkan untuk sehari latihan. Jadi Rp. 250.000 per kepala ini hanya untuk satu hari latihan saja ya.” ungkapnya.

Selain Venue Renang di Istora Lukas Enembe, para atlet renang NPCI Kabupaten Jayapura ini juga sering berlatih Kolam Renang milik Batalyon 751/Raider Khusus.

“Untuk yang di 751 mungkin jauh lebih murah, sebenarnya pihak batalyon 751 juga tidak meminta kita harus membayar, tapi kita secara sukarela memberikan sedikit kelebihan dari kita untuk perawatan kolam renang yang kita gunakan untuk latihan itu” ungkapnya.

Katerina mengatakan bahwa pihaknya tidak menutut hal yang muluk-muluk dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, pihaknya hanya meminta sekiranya pemerintah daerah memberikan fasilitas untuk latihan saja sudahlah lebih dari cukup.

“Kami tidak akan meminta hal yang berlebih kepada pemerintah, cukup berikan kita tempat untuk latihan saja sudah lebih dari cukup. Dengan begitu adik-adik kami bisa lebih termotivasi untuk latihan dan berprestasi” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura untuk menanggapi keluhan dari para atlet disabilitas ini.

Rabu, sore paraparatv.id mencoba menghubungi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura, Yaan Yoku melalui pesan singkat, namun tidak ditanggapi. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *