Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAKABAR SENTANI

Kapolres Jayapura : Jangan Jual Sagu untuk Beli Supermi

3746
×

Kapolres Jayapura : Jangan Jual Sagu untuk Beli Supermi

Sebarkan artikel ini
Kapolres Jayapura, AKBP Frederikus Maclariboen (Topi Hitam) foto bersama para panitia dan tamu undangan pesta makan papeda di Kampung Abaar Kabupaten Jayapura.
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Setelah dibuka dan dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 28 akhirnya pesta budaya makan papeda di Kampung Abaar, Abaar Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura resmi ditutup, Sabtu (30/09).

Kegiatan pesta budaya yang digelar untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kampung Abaar itu ditutup langsung oleh Kapolres Jayapura, AKBP Frederikus Maclariboen.

Dalam sambutannya, Kapolres meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura sekiranya dapat menggali dan mengangkat potensi yang ada di kampung seperti yang dilakukan di Kampung Abaar.

“Ini adalah salah satu contoh baik yang harus diikuti oleh kampung-kampung tetangga yang ada di Danau Sentani” kata Kapolres dalam sambutannya.

Diterangkannya, jika seluruh kampung di Kabupaten Jayapura bisa mengangkat dan mempromosikan potensi yang ada di setiap kampung maka pasti angka wisatawan di Kabupaten Jayapura akan meningkat.

Karena menurutnya, Kabupaten Jayapura memiliki sumber daya yang sangat baik di bidang pariwisata jika dikelola dengan baik.

“Dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta PAD (Pendapatan Asli Daerah) oleh sebab itu perlu perhatian yang lebih dari Dinas Pariwisata” ucap Kapolres.

Selain itu Kapolres juga berpesan agar seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura dapat menjaga dusun sagu yang saat ini masih ada.

Hal ini disampaikannya karena saat ini dunia tengah mengalami krisis pangan akibat terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina.

“Saat ini dunia sedang mengalami krisis pangan. Kita tidak tahu kapan perang Rusia dan Ukraina akan berakhir. Oleh sebab itu kita harus mengantisipasi krisis pangan itu dengan cara kembali ke pangan lokal” ucapnya.

Lebih jauh diungkapkannya, pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian dan lain sebagainya cukuplah baik untuk perkembangan anak.

Karena menurutnya, pada saat masyarakat mengkonsumsi pangan lokal angka stunting hampir tidak ditemukan di Indonesia dan Papua khususnya.

“Tapi kita lihat sekarang, dengan banyaknya makanan olahan pabrik malah angka stunting semakin tinggi, ini ada apa” tutur Kapolres.

Oleh sebab itu, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengkonsumsi makanan lokal.

“Jangan jual sagu untuk beli supermi, tapi marilah kita kembali untuk mengkonsumsi makanan lokal yang jelas dan pasti lebih sehat” pungkasnya. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *