Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAPeristiwa

Pengamanan Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura Harus Dievaluasi

485
×

Pengamanan Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura Harus Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani |  Kebakaran yang menghanguskan seluruh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura yang berada dalam Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 1 September 2023 malam sekitar pukul 23.00 WIT, ikut disoroti Ketua Pemuda Pancamarga (PPM) Kabupaten Jayapura, Nelson Yohosua Ondi.

Pria yang akrab disapa NYO ini menyoroti sistem pengamanan di lingkungan kantor pemerintahan yang ada di dalam Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua yang masih lemah.

Hal ini dianggap turut menjadi penyebab kantor pemerintahan yang ada di Kompleks Perkantoran Gunung Merah itu sering dilanda kebakaran.

“Menyikapi insiden atau peristiwa kebakaran pada malam hari ini di lingkungan kantor pemerintahan yang ada di areal Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, tepatnya di gedung Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura. Hal ini perlu kita jadikan catatan serius. Kenapa saya katakan seperti itu, karena peristiwa kebakaran di Kabupaten Jayapura sudah sering terjadi,” tegas NYO kepada beberapa wartawan di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 2 September 2023 dinihari.

Peristiwa kebakaran pernah terjadi di Kantor Bappenda Kabupaten Jayapura beberapa tahun lalu, yang sampai hari ini belum tuntas. Kemudian yang kedua, tiba-tiba fasilitas umum terbakar yaitu Pasar Pharaa Sentani, terus masuk lagi ke Kantor KPU Kabupaten Jayapura bersama tiga kantor pemerintahan lainnya dan pada Jumat, 1 September 2023 malam tadi peristiwa kebakaran kembali terjadi untuk kali keempatnya di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Jadi, satu fasilitas umum dan tiga gedung kantor pemerintahan yang berada di lingkungan kompleks perkantoran Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura alami kebakaran. Hal ini menjadi catatan serius. Perlu evaluasi total sistem pengamanan di wilayah Gunung Merah, atau dalam hal ini Satpol PP perlu dievaluasi total,” ucapnya.

Pihaknya pun meminta agar pengamanan di Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura itu diberikan kepada pihak TNI-Polri.

“Harus evaluasi total sistem pengamanan di areal Gunung Merah. Terus untuk anggota Satpol PP bila perlu di evaluasi total. Mereka ditugaskan untuk turun ke tempat-tempat yang lain atau fungsi lain. Kalau perlu langsung diambil alih oleh TNI-Polri untuk pengamanan di Kantor Bupati Jayapura. Sistem keamanan ini, karena obyek vital negara, maka kantor pemerintahan harus dijaga, apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 nanti,” pintanya.

“Setelah kejadian ini, perlu di evaluasi total dan diambil alih oleh TNI-Polri untuk pengamanan di Kantor Bupati Jayapura. Hal itu lebih efektif dan juga lebih aman. Selain itu, juga sistem keamanan di kediaman dinas (Pj) Bupati Jayapura harus dirombak total. Jangan sampai ada indikasi atau merongrong kepemimpinan dari pemerintahan Pj Bupati Jayapura, sehingga sistem keamanan di kediaman dinas juga harus diambil alih TNI-Polri. Supaya sistem safety nya lebih aman dan terjamin, baik di kantor pemerintahan maupun rumah dinas. Harus ada koordinasi dan itu lebih terjaga,” sambungnya.

Pria yang juga Ketua Bawas Perusda Baniyau ini menyampaikan, bahwa pihaknya beberapa waktu lalu pernah berteriak (bersuara) keras di media terkait anggaran keamanan di Kabupaten Jayapura perlu ada penambahan.

“Ya, untuk mencegah hal-hal ini. Karena kami melihat bahwa sistem keamanan dari Satpol PP di Gunung Merah itu tidak mampu, untuk menjamin keamanan di lingkungan kantor pemerintahan. Kami juga ada dapat informasi bahwa ada pengakuan dari salah seorang yang mengaku oknum orang Pemda maupun oknum Satpol PP, yang menahan, melarang maupun mengintimidasi secara verbal teman-teman pers (media) untuk meliput kebakaran di Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura,” bebernya.

“Nah, ini ada apa?. Dan, ini patut menjadi tanda tanya. Bila perlu oknum tersebut harus diproses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, harus di cek ada apa terus ada indikasi apa sampai (oknum) yang bersangkutan itu bisa melakukan hal seperti itu,” tambah NYO.

Selain menyoroti sistem pengamanan, NYO juga menyoroti soal petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Jayapura. Menurutnya, keterlambatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba di lokasi kebakaran dan juga kurang memadainya peralatan Damkar, menjadi sorotan akan kinerja mereka yang kurang efektif.

“Hal lain juga yang menjadi catatan serius, kami meminta kepada pak Pj Bupati Jayapura untuk mengevaluasi bahkan memindahkan kantor Damkar yang berada di sebelah dari Kantor Bank Papua Cabang Sentani. Karena kami juga sudah mendapat informasi dan kami melihat sendiri, bahwa tempat (kantor) itu menjadi sarang penyamun, terkadang dipakai untuk sarana orang pesat miras. Sehingga itu membuat kinerja dari petugas Damkar itu harus di evaluasi dan kantornya bila perlu dipindahkan ke areal Gunung Merah untuk dirombak total,” ucapnya.

“Kenapa sampai saat ini Pemda Kabupaten Jayapura lamban, yang sampai saat ini belum memasang CCTV di areal Kantor Bupati Jayapura. Sidang Perubahan APBD yang kemarin telah disetujui oleh (fraksi) DPR itu ada tidak dianggarkan untuk pemasangan CCTV. Ini namanya kecolongan lagi, karena disebelah atau jarak beberapa meter dari pos Satpol PP itu gedung Kantor Kemenag terbakar. Ini menjadi tanda tanya besar?,” tanya NYO.

“Selain itu, juga di Gunung Merah saat ini ada pusat keramaian, yaitu ada event Festival Baku Timba yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Itu yang menjadi sorotan dan catatan serius, terus harus di evaluasi total, baik itu kinerja dari Satpol PP dan Pemda itu sendiri lewat instansi teknis. Jangan main-main, karena ini obyek vital negara apalagi ini menjelang pelaksanaan Pemilu. Jangan sampai ada indikasi dari kelompok-kelompok yang menyusup masuk dan memainkan peran untuk mengganggu tahapan pelaksanaan Pemilu,” tegasnya menambahkan lagi.

Karena permasalahan Kamtibmas ini sangat penting, juga harus menjadi prioritas aparat TNI-Polri yang diutamakan dan bila perlu di privelage kan dalam menjelang Pemilu.

“Situasi-situasi ini tidak boleh dianggap main-main dan bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Jayapura, tetapi kejadian ini sudah berulangkali. Bahkan ada tempat-tempat kejadian di wilayah Papua, yang secara nyata diklaim oleh kelompok-kelompok tertentu dengan mengeluarkan statemen, bahwa mereka yang bakar. Jangan sampai ya, karena saat inikan kita masih menunggu dari pihak berwajib (kepolisian) terkait hasil penyelidikan dan pemeriksaan tim labfor,”.

“Sebagai masyarakat, kita kan bisa menduga bahwa jangan sampai ada kelompok-kelompok tertentu yang memboncengi situasi ketika kelemahan sistem keamanan, maka bisa saja mereka lakukan aksi-aksi ini,” ujarnya.

“Apalagi kejadian inikan sudah berulangkali, disini saya perlu garisbawahi bahwa dugaan saya itu ada kelompok-kelompok tertentu yang merongrong atau mengganggu kepemimpinan dari Pj Bupati Jayapura. Itu dugaan saya, maka sistem keamanan harus dibuat mulai dari Gunung Merah, di lingkungan kantor dan bahkan di kediaman dinas Bupati Jayapura. Jadi, sistem pengamanan dari Satpol PP harus di evaluasi, dirombak total dan diganti oleh TNI-Polri. Sistem keamanan itu perlu ditingkatkan lagi,” pungkas Ketua HIPMI Kabupaten Jayapura ini. (Irf)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *