Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Jayapura, Perhimpunan Konselor VCT AIDS Indonesia (PKVHI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Komunitas Kota Jayapura menggelar pelatihan Konselor HIV – AIDS bagi Tenaga Kesehatan dan Komunitas.
Mengambil tema Peran Konselor HIV/AIDS dalam mendukung percepatan dan perluasan cakupan ART pasca pandemi covid19, diikuti oleh 40 peserta, kegiatan tersebut diadakan selama 5 hari sejak tanggal 28 Agustus – 1 September 2023, di Horison Kotaraja Jayapura, Papua, Senin (28/8).
Asisten III Kota Jayapura, Amos Solossa dalam sambutan sekaligus membuka acara mengatakan penanggulangan HIV/AIDS adalah tugas bersama yang membutuhkan peran serta semua pihak.
“Tanggung jawab kita juga untuk memberikan perlindungan, dukungan, dan pemahaman kepada mereka yang terkena dampak penyakit ini, serta untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di masyarakat,”ucapnya.
Lanjut ia mengatakan Pelatihan ini adalah langkah konkret dalam menghadapi tantangan yang kompleks.
“Karena tenaga medis memiliki peran kunci dalam memberikan layanan kesehatan dan informasi kepada masyarakat, dengan pengetahuan yang mendalam tentang HIV/AIDS dan kemampuan konseling yang baik, mereka dapat memberikan dukungan tidak hanya secara medis, tetapi juga secara emosional kepada para pasien dan keluarga mereka,”ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua KPA Kota Jayapura, Drs. Binton Nainggolan menyampaikan Sekian lama kebutuhan pelayanan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit selalu menuntut tentang kebutuhan konselor.
“Konselor yang aktif di Kota Jayapura hanya ada enam orang itu pun sudah lama dilatih, sudah sekian tahun kita kekurangan tenaga konselor, karena konselor ini sebagai salah satu ujung tombak. Sementara program kesehatan Kota Jayapura terkait desentralisasi HIV/AIDS yang ada di Kota Jayapura KPA mengagas pelatihannya, nanti dinas kesehatan mengagas penyegarannya,”Ucap Binton Nainggolang yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo Kota Jayapura.
Lanjut ia menjelaskan Tujuan dari kegiatan ini untuk menghentikan epidemi HIV/AIDS secara khusus mencari three zero khususnya di Kota Jayapura pada 2030 tidak ada kasus HIV/AIDS, tidak ada penularan.
“Tujuan khususnya menyediakan sumber daya konselor HIV/AIDS dan Infeksi Menuar Seksual (IMS) di Kota Jayapura tercapainya evaluasi capaian program pengendalian HIV dan IMS di Kota Jayapura tahun 2023. Kegiatan ini sekian lama ditunggu dan sudah lama dirindukan oleh para tenaga medis maupun komunitas,”jelasnya.(VN)

















