Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAPeristiwa

Pesawat Pilatus Porter Susi Air Lost Kontak Di Bandara Paro Kabupaten Nduga

×

Pesawat Pilatus Porter Susi Air Lost Kontak Di Bandara Paro Kabupaten Nduga

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Kepolisian Resor Nduga tengah mendalami kasus lost kontak Pesawat Pilatus Porter Susi Air dengan No Penerbangan SI 9368 usai landing dengan di Bandara Paro, Kabupaten Nduga Prov. Papua Pegunungan.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat memberikan keterangan persnya, Selasa (7/2) membenarkan insiden tersebut.

Kabid Humas mengatakan menurut laporan yang diberikan Distrik Manajer Susi Air Wilayah Timika Jeremy Jordan Rumi, pesawat yang dipiloti Philips Max Marthin warga berkebangsaan Selandia Baru itu, membawa 5 (Lima) penumpang dan take off dari Bandara Mozes Kilangin Kab. Mimika menuju Bandara Paro Distrik Paro Kab. Nduga.

“Pukul 06.17 WIT, pesawat Susi Air landing di Bandara Paro Kab. Nduga, namun hingga sampai sampai saat ini pukul 09.15 WIT, pesawat belum juga kembali dari Distrik Paro Kab. Nduga ke Timika,” jelas Kabid Humas.

Kabid Humas juga menambahkan saat ini aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dari Ops Damai Cartenz, personel Polres Nduga dan rekan-rekan TNI akan melakukan investigasi terkait kondisi Pilot beserta seluruh penumpang pesawat.

“Tim juga akan mendalami terkait murni atau tidaknya kecelakan yang menyebabkan terbakarnya pesawat Pilatus Porter Susi Air tersebut atau diduga dibakar oleh pihak-pihak tertentu. Tidak menutup kemungkinan pesawat ditahan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga Pimpinan Egianus Kogoya dikarenakan wilayah itu masuk dalam markas mereka,” tambah Kabid Humas.(Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua/Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *