Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAHukum dan Kriminal

Pilot Papua pemilik Puluhan Senjata Api Ilegal, Masih Menjalani Proses Penyidikan

×

Pilot Papua pemilik Puluhan Senjata Api Ilegal, Masih Menjalani Proses Penyidikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id ǀ Sentani ǀ Berita penangkapan AG, pilot asal Papua yang memiliki puluhan jenis senjata api ilegal oleh Otoritas Filipina, saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah RI.

Pasalnya senjata-senjata api ilegal tersebut diduga akan dipasok kepada organisasi Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua.

Namun untuk memastikan peruntukkan senjata-senjata api tersebut, saat ini AG masih dalam penyelidikan intensif Otoritas Filipina, tempat dimana ia ditangkap.

Pangdam XVII/Cenderawsih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat kami temui di sela-sela pengirimakn bantuan logistik untuk masyarakat Kiwirok, Pegunungan Bintang, Rabu (11/1) menjelaskan kasus ini masih dalam penyelidikan.

Namun saat ini yang bisa disimpulkan mengarah kepada pelaku telah melakukan tindakan melanggar hukum atas kepemilikan senjata api ilegal.

“Ini sedang dalam penyelidikan, yang jelas bukti-bukti yang ada sudah mengarah bahwa dia melakukan upaya pengadaan senjata,” ujar Pangdam Muhammad Saleh Mustafa.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, bahwa banyak dari mereka para pemuda Papua yang ikut bergabung dalam gerakan KKB di Papua, karena dilatarbelakangi dengan kondisi ekonomi yang kurang baik.

Untuk itu pemerintah terus berupaya melakukan pendekatan kesejahteraan agar para pemuda ini bisa memiliki aktifitas yang baik agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi semakin baik terutama meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Itulah kendala kehidupan nyata yang ada di Papua, karena tidak adanya lapangan pekerjaan, tidak ada kehidupan yang memberikan jaminan, uang susah akhirnya cari uang mudah. Karena cari uang mudah, ya ikut-ikut dorang sudah, ikut KKB,” ungkap Pangdam.

Sementara untuk para pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua, Pangdam menegaskan akan ditangani dengan pendekatan hukum dan terukur.

“Dan ini sesuai dengan arahan Panglima TNI, kita lakukan penegakan hukum secara terukur, bukan kepada kelompok tapi siapa pelakunya, itu yang akan kita tangkap,” tegas Pangdam.

Sehingga siapapun yang telah melakukan tindakan melawan hukum di Indoneisa akan dihadapkan pada proses penegakan hukum yang berlaku di NKRI.

Seperti diketahui AG merupakan pilot Papua yang tertangkap oleh Otoritas Filipina, karena memiliki puluhan senjata api ilegal. AG diduga menjadi salah satu pemasok senjata api kepada kelompok teroris yang selama ini membuat aksi-aksi teror di Wilayah Penunungan Papua.

AG ditangkap pada Sabtu, 7 Januari 2023 lalu bersama 2 warga negara Filipina. (RZR)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *