Elvis Tabuni : Pelantikan PJ Sekda DOB Pelecehan Terhadap OAP

Ketua Komisi I DPR Papua Elvis Tabuni

Paraparatv.id |Jayapura|Terkait Pelantikan Penjabat Sekertaris Daerah beberapa waktu lalu di Tiga Daerah Otonom Baru di Papua yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan menuai protes dari Legislatif Provinsi Papua pasalnya ketiga PJ Sekda yang dilantik bukan OAP.

Aksi Protes ini datang dari Ketua Komisi I DPR Papua Elvis Tabuni. Menurutnya Penjabat Sekda haruslah Orang Asli Papua.

” Hanya Orang Papua yang dapat mengerti Orang Papua, saya rasa di Papua masih banyak Orang Papua yang dapat diberikan tanggung jawab menjadi Sekda Provinsi, Saya sebagai Anggota DPR Papua dan juga Kepala Suku Besar menolak dengan tegas pelantikan PJ Sekda tersebut” Ungkap Elvis Tabuni.

Pemerintah Pusat Mempunyai kewenangan untuk menunjuk Pejabat Daerah namun harus melihat serta menimbang bagaimana kondisi di Papua.

” Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain, cara penanganannya berbeda, lagi pula nama nama pejabat yang sudah beredar itu saya rasa sudah pas dan cocok mengingat mereka semua mempunyai pengalaman dalam menangani keadaan dilapangan “Katanya.

Sebelumnya pada 15 November ketiga PJ Sekda untuk tiga DOB telah dilantik di Jakarta antara lain
Sugiarto Penjabat Sekda Provinsi Papua Selatan,
Valentinus S. Sumito Penjabat Sekda Papua Tengah dan Sumule Tumbo Penjabat Sekda Provinsi Papua Pegunungan.

Sementara Nama nama yang beredar serta menjadi usulan pihaknya adalah Yohanes Walilo untuk PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Doren Wakerkwa untuk PJ Sekda Provinsi Papua Tengah dan Muhamad Mussaad untuk PJ Sekda Provinsi Papua Selatan.

Lebih lanjut Elvis mengatakan Pelantikan PJ Sekda DOB tersebut merupakan pelecehan terhadap Orang Papua dan pihaknya sangat kecewa dengan Mentri Dalam Negri dan Wakil Mentri yang merupakan Putra Daerah di Papua.

” Ini pelecehan terhadap Orang Papua, kenapa saya bilang begitu pelantikan PJ Gubernur dilaksanakan ditempat biasa akan tetapi PJ Sekda dilantik ditempat yang bagus, nah hal ini saja sudah terlihat perbedaannya lagi pula mengapa Pusat tidak memberikan Putra Daerah yang Maju, ada apa ? apakah ini sebuah kesengajaan membiarkan PJ Gubenurnya Orang Papua dan PJ Sekdanya Orang luar nanti dikemudian hari ada isu dan penilaian bahwa orang Papua tidak bisa dipercaya dan kemudian Orang luar yang akan maju jadi PJ Gubernurnya ” Tungkasya.

Selain itu pihaknya meminta agar Mendagri segera menarik kembali PJ Sekda DOB yang telah dilantik tersebut dan segera melantik PJ Sekda DOB OAP seperti yang diharapkan pihaknya.(GR)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *