Kanwil Kemenag Provinsi Papua Gelar Workshop PELITA Berbasis Digital

Paraparatv.id | Jayapura | Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menggelar workshop Pemuda Lintas Agama (PELITA) berbasis digital menuju penguatan moderesasi beragama, kegiatan berlangsung di Jayapura, Selasa (27/9) malam.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Dr. Amsal Yowei, SE., M.Pd, menjelaskan workshop ini adalah salah satu gagasan untuk pembentukan pemuda lintas agama dari semua golongan agama yang ada, yaitu pemuda Kristen, Katolik, Hindu, Islam dan pemuda Buddha.

“Mereka yang berkumpul nanti akan terbangun melalui wadah Pelita, ini adalah salah satu gagasan yang dapat kami lakukan dan wadah ini akan berbasis digital. Pada kegiatan worshop Pelita kita mengambil dua Kelurahan sebagai sample yaitu kelurahan Entrop dan Kelurahan Argapura Distrik Jayapura selatan Kota Jayapura”ujarnya.

Ditambahkan Pdt. Dr. Amsal semua itu tidak terlepas dengan empat pilar besar, generasi muda Papua mereka juga harus memahami tentang Pancasila kemudian juga undang-undang Dasar 1945 dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta bhineka tunggal ika.

Public Figure Writer and Content Creator, Jeni Karay mengatakan Moderesasi beragama ini penting karena yang bermain sosial media banyak anak muda generasi milenial agar mereka bisa mengcounter konten-konten yang bersifat radikalisme dan lain lain atau yang bisa memicu perpecahan dimasyarakat anak mudalah yang memiliki peran besar ini.

“Gerakan strategis dari kemenag sendiri agar anak muda mempunyai wadah dimana mereka bisa melihat dan mempelajari setiap perbedaan, dan memahami bahwa keberagaman itu indah dan bahwa tanah papua ini adalah tugas anak muda yang menjaga”Ujarnya.

“Untuk mengcounter setiap konten konten yang kita lihat radikal adalah harus perbanyak konten konten positif, jadi kalau besok besok orang-orang dari luar googling tentang Papua yang keluar bukan masalah separatisme bukan tentang konflik bukan tentang pembunuhan tapi yang keluar adalah gerakan anak-anak muda yang secara independen”ungkapnya.

“Mereka bisa membuat konten-konten yang menarik sehingga lama kelamaan ketika orang melihat Papua perspektif yang muncul di kepala adalah hal positif, untuk teman teman Pelita selalu gunakan validasi untuk berbagai hal, memang benar banyak berita berita hoax yang memicu emosi dan lain lain ” ujarnya

“Kalau ko sayang papua maka ko tidak boleh gampang terpicu karena Papua dibangun dengan setiap perbedaan, kalau ko terpicu dengan hal sederhana lalu ko mosi berarti ko tidak bisa menjaga tanah Papua karena menjaga tanah papua bukan hanya tugas militer saja, akan tetapi tugas semua orang yang pegang smartphone agar mereka cukup smart melihat hal tersebut”tutupnya (SIL)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *