Paraparatv.id |Sentani| Untuk mencega adanya penyeludupan senjata api (Senpi) dan amunisi ke wilayah pegunungan tengah Papua yang merupakan basis dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) TNI bakal memperketat penjagaan di Bandara Sentani.
Hal ini disampaikan oleh Danrem 172/PWY, Kolonel Juinta Omboh Sembiring kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare, Jumat (17/06).
Kata dia, pengamanan di Bandara Sentani dan sejumlah bandara lainnya di Papua adalah perintah dari Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Teguh Muji Angkasa.
“Ini adalah perintah dari Pangdam untuk memperketat pintu masuk dan keluar khususnya di bandara. Terlebih khusus untuk pengiriman barang” kata Danrem.
Diperketatnya penjagaan di Bandara Sentani dan sejumlah bandara lainnya di Papua menyusul adanya oknum anggota TNI yang kedapat membawa amunisi.
Diduga amunisi yang dibawa itu akan dijual kepada KKB yang berada di wilayah pegunungan tengah Papua.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini oknum anggota tersebut tengah diperiksa di POMDAM.
“Kemarin petugas Avsec Bandara Sentani mengamankan amunisi milik oknum anggota. Oknum itu adalah penghianat dan pantas untuk mendapat hukuman” ucapnya.
Untuk pengamanan Bandara Sentani, dia mengaku sudah meminta ijin kepada Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi.
“Saya sudah minta ijin kepada kepada Danlanud untuk memperketat penjagaan di Bandara Sentani. Dengan ijin yang diberikan ini bukan berarti kita mengambil alih tugas dari rekan-rekan dari matra udara, tidak. Tapi untuk pengamanan ini perlu sinergitas semua pihak baik TNI, Polri, Avsec dan semua pihak terkait” tukasnya.
Selain untuk mengantisipasi adanya penyelundupan senpi dan amunisi, kata dia pengamanan bandara ini juga bertujuan untuk memperketat pengiriman barang.
“Karena ada miras dan narkoba juga yang dikirim melalui bandara. Kalau kita bedah, konflik yang terjadi di pegunungan tenga iu rata-rata terjadi karena miras, karena itu penjagaan di bandara harus benar-benar diperketat” tutupnya. (AI)
















