Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Yalimo : Mari Bersama Bangun Yalimo

banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo periode 2020-2025, Nahor Nekwek dan Jhon Will,meminta dukungan semua pihak guna pemulihan Kabupaten Yalimo dari proses politik yang berkepanja

Menurut Bupati Terpilih, Nahor Nekwek pertama dan prioritas yang akan dilakukan ialah Pemulihan Kabupaten Yalimo. “Oleh karena itu kami berdua berkomitmen untuk mengumpulkan mereka, kami akan duduk bersama-sama, baik itu pengusaha, pedagang, TNI-POLRI, masyarakat dan ASN kami akan kumpul bersama membicarakan rencana yang baik untuk memulihkan kembali Kabupaten Yalimo,” ujarnya usai Syukuran berlangsung di Jalan Damai, Kampkey Abepura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (12/3/2022).

Pemulihan ini penting supaya keindahan kabupaten yalimo kita kembalikan. “kami orang Yalimo adalah orang yang paling baik, rakyat yang sopan, di jalan tidak lakukan apapun, suatu kebanggaan khusus bagi kami orang Yalimo,” ujar Nahor.

“Tiga tahun kami bekerja, seperti pertandingan menang dan kalah pasti selalu ada, tidak mungkin menang sama sama, jadi hari ini kami berdua saya dan Jhon W Will, sudah terpilih jadi bupati dan wakil bupati Yalimo, proses politik sudah kita lawan selama 3 tahun, mari datang dan kita membangun Kabupaten Yalimo supaya rakyat jangan menderita” katanya.

Harapannya dengan sama sama membangun Yalimo  dengan waktu yang singkat ini

“Pendidikan dan kesehatan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami berdua berkomitmen untuk melakukan perubahan secara total di Kabupaten Yalimo,” terang Nahor  soal prioritas dalam wawancara singkat.

Sementara itu Wakil Bupati terpilih Kabupaten Yalimo, Jhon W Will menambahkan rakyat  tetap memberikan sikap yang jelas bahwa dukungan itu tidak berubah sehingga kami kembali dipilih menjadi bupati dan wakil bupati, yalimo membutuhkan seorang pemimpin jadi mari kita bangun yalimo bersama sama.

“Kami butuh dukungan sesuai dengan  visi misi bahwa kami akan mendekatkan diri dengan kelompok kelompok masyarakat yg ada dibawah membangun, merancang dan melaksanakan pemerintahan,” ujarnya.


Disisi lain, Piter Ell Kuasa hukum Nahor Nekwek dan Jhon W Will mengatakan Pilkada yalimo itu antik, antik pertama karena Pemungutan Suara Ulang (PSU) beranak cucu dan itu pertama dalam sejarah pilkada di Indonesia.

“Antik ke dua itu waktu yang cukup panjang dari proses tahapan itu dari 2019 dua setengah tahun, antik yang ketiga setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak ada putusan lain selain keputusan Tuhan, tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun masyarakat diharap untuk bisa menerima dan menghargai keputusan walau kadang pahit, kami berharap proses ini bisa cepat selesai administrasi karena waktu tinggal satu setengah tahun,” katanya. (SIL/SRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *