Produsen Tempe Jayapura Keluhkan Tingginya Harga Kedelai

Pelaku usaha di jayaura sedang produksi pembuatan tempe, Senin (21/2/2022)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Salah satu produsen tempe di “Rumah Tempe Bandung” Kali Acai Abepura Jayapura,Teddy Rustiadi, Pengusaha UMKM tempe di daerah itu mengeluhkan tingginya harga kedelai.

Teddy mengeluhkan tingginya harga kedelai  per hari ini Senin (21/2/2022), yang mencapai Rp. 600.000 per karung isi 50 kilogram dari sebelumnya harga Rp. 540.000 per karung dan untuk satu kali produksi membutuhkan kurang lebih lima karung kacang kedelai satu hari.

“Kalau kedelai naik otomatis untuk keuntungan perajin pasti berkurang jauh, sampai hari ini bingung belum bisa menaikkan harga jual tempe ke konsumen,” katanya saat dikonfirmasi oleh paraparatv.id

Pihaknya berharap, Pemerintah mau mendengar keluhan ini dan mencarikan solusinya. “Harapannya kedelai bisa segera normal lagi ” keluh Teddy.

Harga kedelai yang jadi bahan pokok pembuatan tahu dan tempe terus merangkak naik. Terlebih, pasokan kedelain di Indonesia 80-90 persen diimpor.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan harga kedelai impor Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh masalah El Nina di kawasan Amerika Selatan.

Harga kedelai per gantang yang semula US$12 dolar naik menjadi US$18 per gantang ini juga dipicu oleh kebutuhan besar pakan ternak babi di China.

“Awalnya peternakan babi tak makan kedelai, sekarang [babi di China] makan kedelai. jadi demand sangat tinggi,” ujar Lutfi dikutip dari Antara. (SIL/SRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *