Example floating
EkonomiHeadlinePeristiwaSorotanTrend

Produsen Tempe Jayapura Keluhkan Tingginya Harga Kedelai

561
×

Produsen Tempe Jayapura Keluhkan Tingginya Harga Kedelai

Sebarkan artikel ini
Pelaku usaha di jayaura sedang produksi pembuatan tempe, Senin (21/2/2022)

Paraparatv.id | Jayapura | Salah satu produsen tempe di “Rumah Tempe Bandung” Kali Acai Abepura Jayapura,Teddy Rustiadi, Pengusaha UMKM tempe di daerah itu mengeluhkan tingginya harga kedelai.

Teddy mengeluhkan tingginya harga kedelai  per hari ini Senin (21/2/2022), yang mencapai Rp. 600.000 per karung isi 50 kilogram dari sebelumnya harga Rp. 540.000 per karung dan untuk satu kali produksi membutuhkan kurang lebih lima karung kacang kedelai satu hari.

“Kalau kedelai naik otomatis untuk keuntungan perajin pasti berkurang jauh, sampai hari ini bingung belum bisa menaikkan harga jual tempe ke konsumen,” katanya saat dikonfirmasi oleh paraparatv.id

Pihaknya berharap, Pemerintah mau mendengar keluhan ini dan mencarikan solusinya. “Harapannya kedelai bisa segera normal lagi ” keluh Teddy.

Harga kedelai yang jadi bahan pokok pembuatan tahu dan tempe terus merangkak naik. Terlebih, pasokan kedelain di Indonesia 80-90 persen diimpor.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan harga kedelai impor Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh masalah El Nina di kawasan Amerika Selatan.

Harga kedelai per gantang yang semula US$12 dolar naik menjadi US$18 per gantang ini juga dipicu oleh kebutuhan besar pakan ternak babi di China.

“Awalnya peternakan babi tak makan kedelai, sekarang [babi di China] makan kedelai. jadi demand sangat tinggi,” ujar Lutfi dikutip dari Antara. (SIL/SRI)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advetorial

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota, Sirante Banne Ringgi (kiri), memimpin apel tim Pelayanan Teknik yang mayoritas laki-laki sebelum bertugas. Sirante mewujudkan kepemimpinan perempuan yang kuat melalui komunikasi yang mengayomi, menekankan keselamatan, dan mengedepankan empati dalam melayani pelanggan di pusat dinamika Provinsi Papua Barat.(*)

Advetorial

(Kiri ke Kanan) General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur, EVP Operasi Distribusi Ignatius Rendroyoko, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew berfoto bersama usai pertemuan sinergi di Manokwari. Kolaborasi kuat ini diharapkan mampu mempercepat target “Papua Terang” dan kemandirian energi di tanah Papua.(*)