Baru Di Resmikan, Lokasi Monumen Kasih Di Yapen Di Gugat

Monumen kasih yang berada di kampung Serui, Kepulauan Yapen.
banner 120x600

Paraparatv.id | Yapen | Salah satu tempat lokasi wisata di Kota Serui yaitu Monumen Kasih (Mokas) yang berlokasi di Kampung Serui Laut yang baru di resmikan Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Tonny Tesar pada perayaan Hari masuknya Injil Di Tanah Papua 5 Februari 2022 beberapa waktu, di gugat pemiliki ulayat Alfret Yohanes Izak Bonai Ke Pengadilan Negeri Serui.

Gugatan perdata tersebut tertuang dalam nomor perkara: 1/Pdt.G/2022/PN Sru melalui kuasa hukum Ruben D. L Arebo ,SH. Dengan tergugat Pemerintah RI Cq Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen Cq Bupati Kepulauan Yapen.

Adapun hak Ulayat yang disengketakan menurut pihak penggugat adalah Ahli waris dan Tanah adat dengan luas 6.000 M2.

Sidang perdana tersebut pihak penggugat didampingi kuasa hukumnya menghadiri sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Rony Bahari,SH turut dan di hadiri olehbpihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui biro Hukum.

Dalam proses sidang majelis hakim terlebih dahulu memeriksa kehadiran dari pihak penggugat dan tergugat selanjutnya dilakukan upaya mediasi sebagai langkah awal penyelesaian perkara perdata sesuai Peraturan Mahkamah Agung nomor: 1 tahun 2016.

“Kami majelis hakim pemeriksa perkara wajib menempuh atau melakukan proses upaya mediasi terlebih dahulu sebelum memeriksa pokok perkara”. ucap Rony Bahari selaku juru bicara Pengadilan Negeri Serui.

Rony mengatakan akibat tidak adanya mediator dari kedua bela pihak akhirnya majelis hakim menunjuk mediator dari hakim yang terdaftar di Pengadilan Negeri Serui yakni Sigit Hartono, SH.

“Tadi sudah dilaksanakan mediasi pertama yang menceritakan pokok persoalannya antara penggugat dan tergugat kemudian untuk agenda berikutnya penyerahan resume perkara, tujuannya mediasi ini untuk mencapai kesepakatan perdamaian antara pihak agar didapat win-win solution,” kata Rony. Senin 14 Februari 2022.

Rony mengungkapkan apabila dalam mediasi tersebut tidak ditemukan kata damai atau gagal maka mediator wajib melaporkan hasil mediasi kepada majelis hakim pemeriksa perkara untuk dilanjutkan proses pemeriksaan perkara, Namun ketika mediasi itu berhasil ada kesepakatan perdamaian bisa dikuatkan dengan akta perdamaian oleh majelis hakim dan para pihak dapat mencabut perkara tersebut.

Sementara itu Kuasa hukum penggugat, Ruben Arebo menyampaikan bahwa terkait sengketa perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri Serui karena belum adanya kesepakatan surat pelepasan dari pemilik hak Ulayat kepada pihak pemerintah.

“Pemerintah sudah melangkahi itu, Sudah membangun monumen kasih tanpa seizin pemilik hak Ulayat”.

Arebo menegaskan apabila proses mediasi ini nantinya gagal, maka pihaknya akan menuntut proses lanjut hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Tentu ada pihak yang dirugikan dan tidak dihargai yang mereka dirugikan atas pengrusakan areal yang secara alami maupun adat telah dirusak oleh pemerintah sendiri, dengan demikian ada konsekuensi hukumnya berupa ganti rugi yang layak”. tandas Arebo. (HB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *