Example floating
AdvetorialBERITAKABAR KOTA JAYAPURAPeristiwaSosial Budaya

Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Mulai Susun Kamus Bahasa Nafri

9
×

Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Mulai Susun Kamus Bahasa Nafri

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Penyusunan Kamus Bahasa Nafri yang berlangsung selama empat hari di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Selasa (27/10/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang luar biasa. Dari sekitar 718 bahasa daerah yang teridentifikasi di Indonesia, lebih dari 400 bahasa berada di wilayah Papua. Khusus di Kota Jayapura, terdapat tujuh bahasa yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Port Numbay.

“Tujuh Bahasa yaitu Bahasa Kayu batu Kayu pulau, Bahasa Enggros Tobati, Bahasa Nafri, Bahasa Skou, Bahasa sentani, Bahasa Elsing (Kampung Koya Koso) dan Bahasa Nyao (kampung moso),” Jelas Grace

Menurutnya, meskipun memiliki kekayaan bahasa daerah, jumlah penutur aktif semakin sedikit. Sebagian masyarakat hanya memahami bahasa daerah ketika mendengarnya, tetapi tidak lagi mampu menuturkannya.

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian Balai Bahasa pada 2004 dan kerja sama Balai Bahasa dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kota Jayapura pada 2011, bahasa-bahasa di Port Numbay diperkirakan menghadapi ancaman kepunahan apabila tidak ada upaya pelestarian.

Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura memberikan perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah melalui pendokumentasian kosakata dalam bentuk kamus.

Grace menjelaskan, pada 2024 pemerintah telah menyusun Kamus Bahasa Skouw, kemudian pada 2025 menyusun Kamus Bahasa Tobati-Enggros, dan pada 2026 dilanjutkan dengan penyusunan Kamus Bahasa Nafri.

“Kalau kosakata tidak didokumentasikan, bahasa itu akan pergi bersama penutur aslinya. Sangat disayangkan jika generasi kita selanjutnya tidak mengetahui bahasanya sendiri,” ujarnya.

Grace berharap para penutur asli bahasa Nafri dan tenaga pendidik yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat membantu proses penyusunan kamus sekaligus mempelajari bahasa Nafri untuk diajarkan kepada anak-anak di sekolah.

Ia mengatakan, guru dan kepala sekolah yang diundang berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Kampung Nafri, Kelurahan Abe Pantai, Kelurahan Asano, dan Kelurahan Awiyo serta melibatkan para pemuda khususnya dari kampung Nafri.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui pembelajaran muatan lokal. Pemerintah Kota Jayapura juga telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Wali Kota Jayapura Nomor 105 Tahun 2025 tentang pembelajaran bahasa daerah di sekolah sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Grace menegaskan, bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas dan kebudayaan masyarakat adat.
Berbagai kegiatan adat, seperti upacara adat, perkawinan, pembayaran mas kawin, hingga pembayaran kepala, menggunakan bahasa ibu dalam penyampaiannya.

“Kalau bahasa ini hilang, bagaimana masyarakat menyampaikan budayanya? Jika bahasa daerah hilang, budaya juga terancam hilang dan masyarakat bisa kehilangan identitasnya. Jadi, pelestarian bahasa ini sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan penyusunan Kamus Bahasa Nafri sebelumnya telah dibuka pada 15 Oktober 2026 di GSG GEREJA GKI Petra Nafri, Pelaksanaan kegiatan kemudian dilanjutkan setelah sejumlah pihak mengikuti Kongres Bahasa Daerah pada 19–22 Oktober 2026 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua.
Kongres tersebut yang pertama di Indonesia menjadi momentum penting bagi upaya pelestarian bahasa daerah, dengan Provinsi Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yopi Yoram Hanuebi, mengatakan pihaknya telah melakukan penyusunan sejumlah kamus bahasa daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa ibu.

Ia menjelaskan, penyusunan kamus tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan pembuatan perangkat ajar dan modul pembelajaran bagi siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

“Kami berharap kamus-kamus yang disusun ini nantinya diikuti dengan penyusunan perangkat ajar untuk anak-anak kita, sehingga bahasa dan budaya daerah dapat diajarkan di sekolah dan terus dikenang oleh generasi berikutnya,” kata Yopi.

Menurutnya, dokumentasi bahasa melalui kamus dan penyusunan modul pembelajaran sangat penting agar penggunaan bahasa daerah tidak semakin berkurang di tengah masyarakat.

Sementara itu, Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Papua, Ester Rita Embram, yang mewakili Ketua Balai Bahasa Provinsi Papua, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura atas upayanya melestarikan warisan budaya masyarakat Port Numbay.

Ia mengatakan, penyusunan Kamus Bahasa Nafri merupakan langkah penting dalam menjaga harkat, martabat, dan jati diri masyarakat adat Suku Nafri.

Menurut Ester, kepedulian pemerintah daerah dalam mendokumentasikan kekayaan budaya, khususnya bahasa daerah, merupakan langkah maju yang perlu diapresiasi.

“Program dari Bidang Kebudayaan Kota Jayapura ini merupakan langkah maju yang perlu kita apresiasi bersama. Belum semua pemerintah daerah di Papua memiliki upaya untuk mendokumentasikan kekayaan budaya, salah satunya bahasa,” ujarnya.

Ester menjelaskan, penyusunan kamus bahasa daerah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pengumpulan atau inventarisasi kosakata dari para penutur asli, pengolahan data, validasi, hingga finalisasi.

Dalam proses tersebut, keterlibatan para penutur asli bahasa Nafri sangat penting untuk memastikan kosakata yang dihimpun sesuai dengan penggunaan bahasa di tengah masyarakat.

Melalui penyusunan Kamus Bahasa Nafri, Pemerintah Kota Jayapura berharap bahasa daerah dapat terdokumentasi dengan baik dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga tetap menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Port Numbay.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *