Sejarah Baru Peparnas dari Dapiel Bayage

banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Dapiel Bayage peraih medali emas cabang olahraga (cabor) Atletik pada Asean Para Games Malaysia 2017, mengukir sejarah baru di Tanah Papua. Siapa sebenarnya si pria murah senyum itu? Simak ulasannya.

Pria yang lahir sebagai penyandang disabilitas 14 Januari 1993 silam ini adalah sosok pejuang dalam hidup untuk mendapatkan hak-haknya sebagai seoarang manusia di muka bumi ini. Tekad dan semangat kerjanya diawali dengan bekerja sebagai tukang cuci piring pada sebuah rumah makan.

Hingga bertemu orang setiap hari dengan menjadi tukang becak. Bahkan, dirinya juga pernah mengais rejeki dengan menjual Teka Teki Silang (TTS) di kampung halamannya. Dapiel Payage, dialah orang yang membawa nama Papua dikenal Negara luar.

Walaupun terlahir dengan cacat kaki bagian kiri lebih pendek dari kaki kanannya, yang dalam istilah kedokteran dikenal proximal focal femoral dislocation (PFFD), tak mengurangi semangat hidupnya untuk meraih impian-impiannya.

Terjun di dunia olahraga tahun 2010, ia terus dan terus berlatih untuk menggapai prestasi di dunia olahraga. Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau dirinya sabet dua medali emas dan dari situlah semangatnya semakin meningkat, nama Papua pun harum di Negeri Lancang Kuning tersebut.

Empat tahun kemudian, even nasional empat tahunan berlangsung di Jawa Barat. Di Peparnas XV tahun 2016 itu, si Dapiel dengan tekadnya kembali ikuti even tersebut dan lagi-lagi mencetak rekor dan membawa pulang medali emas.

Dirinya juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Asean Para Games Malaysia tahun 2017 dengan membawa pulang satu medali emas. Hingga hari ini, Sabtu (6/11/2021) dalam pertandingan cabor atletik Peparnas XVI Papua cabor atletik di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, ia mengharumkan nama Papua dan sekaligus mengangkat namanya sendiri sebagai atlet yang patut diperhitungkan dengan meraih medali emas.

Tak hanya medali emas, dirinya mampu memecahkan rekor nasional dengan lompatan 1,70 meter Kelas T42 atau lebih tinggi dari rekor sebelumnya di Peparnas XV Jabar dengan tinggi 1,65 meter. Sampai saat ini, ia telah mengantongi lima medali emas, dua perak dan satu medali perunggu.

“Senang sekali menerima medali emas, ini saya persembahkan bagi pemerintah Provinsi Papua,” kata pria yang suka senyum ini.

Yunice Pekey selaku pelatih Atletik sangat bangga atas pencapaian dari Dapiel, dirinya telah lihat kesiapan dan semangat Dapiel mengikuti pemusatan latihan satu setengah tahun terakhir, dan inilah hasilnya.

“Saya sebagai pelatih merasa bangga, walaupun dengan keterbatasan tetapi semangat dan perjuangan mereka sangat luar biasa,” kata pelatih.

 
Ditunggu ya kaka Dapiel Bayage, medali-medali darimu untuk Bumi Cenderawasih ini lewat olahraga dan prestasi ini sebagai doktrin kepada penerus Dapiel Bayage lainnya tuk mengangkat nama Papua ke kancah Nasional. (Kris/ith)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *