Hans Hamadi: Semangat Peparnas Kekuatan Beragam

Api PEPARNAS XVI Papua setelah dikirab dari Kantor Bupati Kabupaten Jayapura telah tiba dan bersemayam di Kantor Wali Kota Jayapura. Wali Kota Jayapura, Wakil Wali Kota, Sekertaris Daerah Kota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura memegang obor Peparnas XVI, Wakil Ketua II PB PEPARNAS XVI Papua, seluruh pimpinan OPD beserta perwakilan Forkompimda di lingkungan pemerintahan Kota Jayapura saat foto bersama di lapangan apel kantor Wali Kota Jayapura. Rabu, 3 November 2021.
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | “Kirab Api adalah kekuatan dalam keberagaman.” Kalimat pembuka sambutan Wakil Ketua II PB PEPARNAS XVI/2021 Papua, Hans Hamadi di acara penyambutan kirab api zona Kota Jayapura. Rabu, 3 November 2021.

Hans Hamadi menyampaikan sambutannya tentang semangat Peparnas XVI Papua yang bermula dari kekuatan dalam keberagaman.

“Ada kekuatan sehingga kita bisa ada, ada kekuatan, macam-macam kekuatan kita dalam keberagaman untuk mewujudkan Peparnas yang sukses.” Kata Hans mengawali sambutannya di lapangan apel kantor Wali Kota Jayapura. Rabu, (3/11/2021).

Pada kesempatan itu, Hans Hamadi menjelaskan secara ringkas makna nama maskot Peparnas XVI Papua yakni Hara dan Wara. Hara yang berarti Kasuari dan Wara yang merupakan sebutan untuk perempuan atau wanita.

“Hara diambil dari bahasa Tobati, Hatuar yang artinya Kasuari. Sedangkan Wara dari bahasa Kampung Harapan Asei yang berarti Awangge atau perempuan.” Jelas Hans Hamadi selaku penggagas nama maskot Peparnas XVI 2021 Papua.

Hans menyampaikan terima kasih kepada rombongan atlet yang telah mengirab api Peparnas dari Gunung Merah, Kabupaten Jayapura hingga tiba di Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura.

“Sepanjang malam ini dia (api Peparnas) akan ada di Sian Soor tempat moyang orang Tobati, tempat di mana para Ondoafi, leluhur kita kalau akan meninggal berteriaknya ke sini, panggilnya ke sini. Dia akan ada di sini karena api ini adalah kekuatan, api ini adalah cahaya, api ini adalah hidup. Dia akan ada di sini dan besok akan dikirabkan ke gedung negara dan terus untuk diupacarakan.” Ujarnya menerangkan prosesi persemayaman api Peparnas XVI.

Wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano saat menerima Api Obor Peparnas XVI

Mewakili PB PEPARNAS XVI Papua, Hans Hamadi menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Wali Kota beserta seluruh jajarannya karena telah menyambut dan menerima dengan sukacita api Peparnas dengan resmi bersemayam di Kota Jayapura.

Hans menutup dengan menyampaikan fakta sejarah api Peparnas XVI Papua kali ini diambil secara tradisional yang berasal dari Kampung Kaitemung, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura.

“Sedikit sejarah, api ini diambil kalau yang lain-lain dari sumber api, tapi api untuk Peparnas 16, dari 1 sampai 15 diambil dari sumber api, tetapi untuk Peparnas 16 api ini diambil secara tradisional di salah satu kampung di Distrik Namblong. Dengan cara yang tradisional untuk menghasilkan api ini. Itu sebabnya Peparnas 16 beda dengan yang lain karena api ini adalah api tradisional.”

“Saya berharap, dengan perbedaan ini kita terus katakan kepada Indonesia, kepada dunia bahwa Papua ada, Kitorang bisa, barang apa jadi. Bisa dalam mensukseskan segala kegiatan, bisa dalam mencapai juara umum jika Tuhan menghendakinya.” Tandas Hans Hamadi menutup sambutannya. (SA/sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *