Zero to Hero,18 Atlet Judo Papua di Paralimpik XVI Papua

Judoka disabilitas Papua, Edvardus Tetyanto (kiri) melakukan latihan teknik randori bersama rekannya Hendrikus Lokobal (kanan). Kedua atlet Judo Papua ini akan berlaga pada nomor kelas berat 90 kg putra PEPARNAS XVI 2021. [Foto: ITH]
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Kisah perjuangan atlet-atlet profesional tanah air saat berlaga kerap kali memberikan motivasi dan semangat positif bagi setiap pendukungnya. Pada PEPARNAS XVI tahun 2021, Paraparatv berkesempatan mengulik secara umum latar belakang Judoka Papua. Simak ulasannya di bawah ini.

Tim Judo Papua di bawah naungan National Paralimpic Commite (NPC) Papua tidak melakukan proses seleksi atlet.

Padahal dalam ajang olahraga baik dari tingkat daerah hingga nasional, proses seleksi atlet merupakan hal mutlak yang dilakukan untuk mencapai kemampuan maksimal sebuah tim olahraga maupun perorangan dalam menggapai prestasi.

Cabang olahraga Judo Papua pada Peparnas XVI dipastikan menurunkan delapan belas atlet yang terdiri atas 10 atlet putra, dan 8 atlet putri.

Delapan belas atlet Judo Papua yang menyandang status tunanetra ini merupakan hasil pembinaan dan latihan dari tidak memiliki basic (dasar) sebagai pejudo profesional sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Manajer tim Judo tunanetra Papua, Ahmad Bahar ketika ditanyai tim paraparatv tentang proses seleksi atlet, seusai latihan bebas (randori) di Hotel Sahid Papua, Kota Jayapura, Senin, (25/10).

“Untuk proses seleksi, sebenarnya ini secara umum tidak ada seleksi, karena mereka (atlet judo) kami ambil dari nol. Rata-rata sebagian besar mereka ini tukang pijit. Kami ambil dari panti pijit, kami latih Judo dari nol, mereka semua. Jadi secara umum tidak ada proses seleksi.” Ungkapnya.

Judoka pada ajang Peparnas, dijelaskan Ahmad Bahar, belum terlalu banyak alias terbatas, menurutnya hal itu menjadi tantangan pengurus Judo tunanetra.

“Pejudo tunanetra itu sangat amat terbatas seluruh Indonesia, bahkan setelah entry by name, ada beberapa kelas yang kurang pemainnya. Karena itu memang sangat terbatas. Mencari atlet tunanetra sangat susah sekali.” Pungkas Ahmad Bahar.

Hendrikus Lokobal, pejudo tunanetra ini sempat berbincang bersama tim Paraparatv saat sesi istirahat, Ia mengakui dirinya baru bergabung dengan tim sejak Maret 2021 lalu.

Meski baru beberapa bulan menjalani masa latihan bersama rekan-rekannya, Hendrikus juga menyebut bahwa Ia dipercayakan untuk berlaga pada nomor kelas berat 90 kg putra pertandingan Judo yang akan diselenggarakan di GOR Trikora, Kota Jayapura. (SA/sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *