Pergantian drg. Alosius Giyai, menuai kritikan dari pemerhati Kesehatan

0
94
Fredy Mambrasar, Sekertaris Lembaga Kesehatan Rakyat Papua. (Istimewa)

Paraparatv.id | Jayapura | Keputusan Gubernur Provinsi Papua menggantikan Direktur Utama RSUD Jayapura menuai kritik dari Lembaga Kesehatan Rakyat Papua (LAKERPA). Pasalnya, digantikannya drg. Aloysius Giyai, M.Kes. dinilai sebagai pembunuhan karakter pemimpin-pemimpin muda Papua di masa depan.

Fredy Mambrasar selaku Sekertaris LAKERPA melalui press relesenya kepada media ini sangat menyayangkan keputusan yang telah diambil oleh Gubernur Provinsi Papua, Bapak Lukas Enembe, beberapa waktu lalu telah menggantikan Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai,M.Kes.

“Sebagai lembaga sosial masyarakat yang telah bekerja di dunia kesehatan di tanah Papua, Kami sangat menyanyangkan keputusan Bapak Gubernur dalam menonaktikan Direktur RSUD Dok 2.” Ungkap Fredy.

Fredy mengatakan dengan tergantinya dirut RSUD Jayapura merupakan tindakan yang tidak bijaksana. Menurutnya, sosok Aloysius Giyai adalah Bapak Pembangunan Kesehatan Papua.

“Kami melihat hal ini sangat tidak bijaksana dikarenakan seorang Aloysius Giyai merupakan Tokoh Pembanguan Kesehatan yang mana sejumlah kinerja beliau telah menunjukan tren positif dan peningkatan pembangunan di bidang kesehatan dan Orang Asli Papua telah merasakan apa yang dikerjakan beliau (Aloysius Giyai) melalui program-program strategis.” Kata Fredy.

Program-program strategis karya pelayanan drg. Aloysius Giyai, M.Kes. Urai Fredy, seperti Pelayanan Kesehatan Gratis Kartu Papua Sehat, Program Dokter Kaki Telanjang, serta terobosan pembangunan kesehatan lainnya yang ditorehkan oleh mantan direktur RSUD Abepura itu.

“Mulai dari Pelayanan Kesehatan Gratis Kartu Papua Sehat, Program Dokter Kaki Telanjang dan terobosan-terobosan yang sudah beliua kerjakan, baik selaku direktur RSUD Abepura, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Jayapura yang saat ini sedang mengalami perubahan dari luar ke dalam (out side program).” Ujar Fredy.

Hingga saat ini, dengan adanya pergantian Aloysius Giyai sebagai Direktur RSUD Dok 2, lanjut Fredy, menurutnya bukanlah sebuah tindakan bijaksana dan pihaknya menyayangkan keputusan  Gubernur Lukas Enembe tanpa mempertimbangkan kinerja pelayanan kesehatan dibawah pimpinan Aloysius Giyai selama ini.

“Mengingat kepemimpinan beliau serta program kerja beliau belum pada hasil akhir.  Sangat disayangkan kalau gubernur hanya mendengar sepihak tanpa melihat realita dilapangan apa yang sudah Aloysius kerjakan.  Mungkin pembisik-pembisik yang menyampaikan kinerja beliau ini alangkah baiknya mampir ke Rumah sakit dan melihat dari dekat wajah RSUD Jayapura saat ini dibandingkan tahun tahun sebelumnya sehingga dalam memberikan masukan ke pimpinan ini sesuai dengan kondisi yang terjadi sekarang ini. Terkait pelayanan publik di RSUD Jayapura menurut kami sepanjang ini tidak ada masalah yang serius kita sama-sama tau kalau saat pandemik ini pelayanan publik pasti terganggu dan tidak bisa berjalan normal.” Beber aktifis kesehatan asal Biak ini.

Aktifis kesehatan di Tanah Papua ini pun memberikan apresiasi dan bangga terhadap sosok kepemimpinan drg. Aloysius Giyai. Fredy menuturkan bahwa Aloysius Giyai adalah tokoh pembangunan kesehatan Papua.

“Dan bagi kami aktifis kesehatan di Tanah Papua bahwa Beliau (Drg. Alloysius Giyai) berinovasi hanya untuk masyarakat Papua. Beliau ini bukan saja pemimpin, tapi beliau ini bapak pembangunan kesehatan. Aloysius sangat membuat kami orang asli Papua bangga dengan kinerjanya, sehingga kami sangat berapresiasi atas hasil kerjanya yang hingga saat ini kami sebut sebagai tokoh pembangunan kesehatan yang mampu menjawab mimpi-mimpi Masyarakat Papua dari 7 wilayah adat yang ada di tanah Papua.” Ungkap Fredy.

Sebagai penggiat kesehatan, pihaknya menyarankan kepada Gubernur Lukas Enembe agar kebijakannya dapat dikaji dan dipertimbangkan secara cermat.

“kami menyarankan untuk bapak Gubernur Pertimbangkan kembali keputusannya karena hari ini orang Papua sangat membutuhkan sosok Aloysius Giyai.
Untuk itu, kami sangat mengharapkan peninjauan kembali keputusan Gubernur dalam menonaktifkan amanah dalam tanggung jawab seorang direktur yang hingga saat ini masih dalam tahapan menyelesaikan Mimpi Orang papua dalam melihat Rumah Sakit Terbaik di Asia Pasifik.” Harap Fredy.

Fredy menandaskan bahwa Aloysius Giyai adalah inspirasi bagi pegiat kesehatan Papua serta memiliki etika kepemimpinan yang profesional dan panutan bagi pemimpin-pemimpin muda di tanah Papua.

“Perlu diperhatikan, sosok Aloysius Giyai merupakan Intelektual muda Papua yang hari ini menjadi inspirasi bagi kami para pegiat kesehatan. Profesionalisme kerja serta jiwa kebapakan adalah gambran umum pemimpin-pemimpin muda di tanah Papua. untuk itu, dengan diberhentikannya beliau sebagai direktur, bagi kami adalah pembunuhan karakter pemimpin-pemimpin muda Papua selanjutnya. Cukuplah Aloysius Giyai jangan adalagi.” Pungkas Fredy Mambrasar. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here