Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, HD Jadi Tersangka

0
177
Kepala Kanwil DJP Papua Papua Barat, Maluku, Arridel Mindra (dua kiri). (Foto KDJP Papabrama)

Paraparatv.id | Jayapura | Merugikan Negara senilai Rp 1,7 miliar lebih di sektor perpajakan, Direktur Perusahaan PT TLJ berinisial HD ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Kanwil DJP Papua, Papua Barat dan Maluku (Papabrama), Polda Papua, dan Kejaksaan Tinggi Papua.

Kepala Kanwil DJP Papabrama, Arridel Mindra menegaskan tersangka HD diduga telah melakukan tindak pidana perpajakan yaitu dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN dengan keterangan yang isinya tak benar atau tak lengkap, serta dengan sengaja tak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai yang telah dipungut ke kas Negara.

“PPN yang telah dipungut ke kas Negara ini dalam kurun waktu Februari 2016 sampai dengan Desember 2017 menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 1,701 Milyar,” kata Arridel saat berikan keterangan pers ke sejumlah wartawan, Senin (28/6/2021).

Berkas perkara atas tersangka HD, lanjutnya, sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti (P-21) dan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Nabire pada Rabu 23 Juni 2021.

“Perbuatan tersangka tersebut dilakukan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Nabire,” imbuhnya.

Dikatakan Arridel, tindak pidana perpajakan yang dilakukan oleh tersangka HD melanggar ketentuan Pasal 39 ayat (1) huruf d dan Pasal  39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 16 Tahun 2009.

“Kami berharap kerjasama dengan Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong dukungan dari para stakeholders instansi, lembaga, asosiasi dan Pemerintah Daerah, dalam rangka mengamankan target pajak khususnya dan penerimaan Negara umumnya, dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak khususnya di Wilayah Kanwil DJP Papua, Papua Barat dan Maluku. (AY/Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here