Duka Papua, seorang guru di tembak KKB di Puncak

0
66
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K

Paraparatv.id | Jayapura | Seorang Guru SD di distrik Beoga meninggal Oktovianus Rayo, di tembak kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Sabtu, 8 April 2021.

Realis yang diterima redaksi, Korban ditembak pukul 09.30 di kampung Julukoma, distrik Beoga kabupaten puncak, pada tanggal 8 april 2021.

Korban ditembak, saat berada dirumah menjaga kios, dan didatangi sekelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan membawa senjata laras pendek dan langsung melakukan penembakan terhadap korban sebanyak dua kali yang mengenai rusuk kanan dan tembus sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dengan kejadian tersebut, wakil kepala sekolah serta tetangga korban yang berada di TKP merasa ketakutan sehingga melarikan diri.  Saat ini Wakil kepala sekolah dan tetangga korban sudah ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan aman.

Diketahui korban merupakaan seorang guru, Guru SD, Alamat Kampung Yulukoma Distrik Beoga.

Dengan kejadian ini pihak keamanan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan pendekatan terhadap para tokoh, melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K mengatakan diperkirakan pelaku merupakan kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen, dalam menuju ke Ilaga mereka melakukan penembakan terhadap seorang Guru.

Begitu teganya kelompok ini melakukan penembakan terhadap guru yang kita lindungi dan kita jaga karena merekalah yang mencerdaskan Sumber Daya Manusia Papua.

“Saya selaku Kapolda mengutuk keras tindakan ini dan kami akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum terhadap pelaku-pelakunya. Sampai saat ini situasi masih bisa dikendalikan  karena di bantu oleh seluruh lapisan masyarakat seperti Tokoh Agama dan Tokoh Gereja,” ucap Kapolda Fakhiri.

Dijelaskan langkah yang ditempuh aparat keamanan yakni, melakukan pendekatan persuasif, dan melakukan komunikasi dengan pimpinaa daerah guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami akan menyusun kekuatan untuk naik ke Ilaga guna melakukan penindakan dan mudah-mudahan ini dapat selesai. Saya berharap ada interfensi dari kepala daerah guna menyelesaikan permasalahan ini sehingga yang bukan masyarakat ilaga bisa di keluarkan dari daerah tersebut,” tutupnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here