Tokoh Masyarakat Papua Minta Otsus Harus Dievaluasi

0
93
Tiga Tokoh Papua wilayah perbataan RI-PNG

Paraparatv.id | Sentani |Dengan tinggal setahun  berakirnya otonomi khusus yang diberlakukan 19 tahun lalu menjadi perhatian serius dari sejumlah kalangan masyarakat Papua.

Sejumlah masyarakat menilai Otsus telah gagal dan ada pula yang menilai Otsus tidak gagal. Tapi, itulah pandangan dari berbagai pihak saat ini. Dimana, pada akhirnya perdebatan itu membuat beberapa tokoh masyarakat adat Papua juga ikut angkat suara.

Salah satu yang ikut memberikan penilaian terhadap Otsus datang dari Tokoh Masyarakat Adat perbatasan RI-PNG yang ada di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Aser Lanta.

Dirinya menilai Otsus tidak perlu dihentikan namun dana Otsus harus dievaluasi, sehingga program dari dana Otsus dapat benar-benar bermanfaat bagi kelangsungan hidup rakyat Papua.

“Otsus tidak perlu dihentikan karena sampai saat ini kita belum sejahtera. Kalau ada orang yang menentang Otsus mungkin orang itu sudah sejahtera. Biarkan Otsus datang untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” ujar Aser Lanta dalam rilisnya yang diterima wartawan media online ini, Minggu 9 Agustus 2020.

Dirinya berharap agar pemerintah harus transparan dalam mengelola Otsus, mungkin karena masyarakat tidak tahu akibatnya mereka tidak mau.

“Dimana Otsus sudah hampir 20 tahun berjalan, tetapi masyarakat tidak pernah tersentuh Otsus,” paparnya.

Menurutnya, harus dilakukan evaluasi dana Otsus, karena selama ini tidak ada kita dengar bantuan dan pembangunan menggunakan dana Otsus.

Selain itu, Aser Lanta meminta perlu juga dilakukan evaluasi terhadap kinerja MRP dan Pemprov Papua, karena mereka yang mendapatkan kucuran dana Otsus.

“Sehingga kita minta kinerja dari MRP dan Pemprov harus juga dievaluasi, karena mereka juga mendapat kucuran dana Otsus,” pintanya.

Senada dengan hal itu, Tokoh Masyarakat Papua yang ada di wilayah Port Numbay (Jayapura), Yohannis Udam menyampaikan, Otsus sangat membantu masyarakat dalam pembangunan di Papua, khususnya di wilayah Port Numbay.

“Sehingga kami sangat setuju Otsus tetap berlanjut. Kami menentang orang-orang yang berseberangan dan tidak menginginkan Otsus Papua berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Ondoafi Kampung Loncing Wilayah perbatasan RI-PNG, Stenis Tanfa Chilong berharap Otsus tetap berlanjut demi pembangunan dan kemajuan Papua.

“Atas nama masyarakat Kampung Loncing di wilayah perbatasan RI-PNG, Skouw, kami sangat mendukung keberlanjutan Otsus di Papua, karena dana Otsus sangat membantu dalam pembangunan,” tukasnya. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here