Kabar Gembira, Hasil Seleksi CPNS Intan Jaya Diumumkan Selasa 18 Agustus 2020

0
259
Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni

Penulis: Redaksi

Intan Jaya | Paraparatv | Hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018, Kabupaten Intan Jaya, Selalsa 18 Agustus 2020 akan diumumkan. Demikian pernyataan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, melalui rilisnya kepada Paraparatv.id, senin 17 Agustus 2020.

Ditambahkan Bupati, hasilnya sudah ada, dan akan diumumkan pada selasa besok. “Saya pikir semua pencari kerja harus sabar, dan pada kesempatan ini tidak boleh ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprofokasi, tapi semua pihak untuk bisa menahan diri, ”tegas Bupati Natalis Tabuni. Sesusai upacara peringatan HUT RI ke-75 di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin 17 Agustus 2020.

Lanjut Bupati Natalis Tabuni, bagi mereka yang lolos, ini merupakan hasil kerja keras dan itu berkat dari Tuhan. Sementara bagi mereka yang belum lolos itu belum beruntung, tapi masih ada kesempatan pada formasi 2019 dan 2020, yang sedang diupayakan pemerintah daerah ke Menpan.

Natalis Tabuni mengatakan peserta yang belum lulus pada formasi 2018, tetap bersabar dan menunggu formasi berikutnya.

Untuk itu, tidak ada alasan lagi membuat keributan dan melampiaskan kepada pemerintah dan akhirnya mengganggu ketertiban dan keamanan, apalagi sampai anarkis.

“Marilah kita belajar kalau kita tidak lolos. Sekolah yang benar, masuk kuliah yang benar, selesaikan kuliah tepat pada waktunya. Pemerintah daerah sudah memberikan bantuan studi, asrama, penginapan. Untuk itu, jika ada sarjana katakan tidak lulus, saya tidak mengerti, belajarnya dimana, belajarnya apa saja,” tandas Bupati.

Terkait presentasi kelulusan CPNS untuk OAP dan non OAP, menurut Bupati, jika ada pertanyaan, kenapa Kabupaten Intan Jaya, yang lulus tidak 100 persen OAP, itu keliru.  Bupati mengatakan, soal prosentasi 80 : 20, bisa jadi belum sampai 80 persen kalau formasi OAP baik di jurusan eksak maupun dibidang kesehatan, kalau itu semua terisi. Tetapi pendafar OAP untuk dokter spesialis, guru biologi, guru fisika, guru kimia dan lain-lain, kalau itu belum sempat terisi maka tetap prosentasi 80 persen akan turun. Kecuali ketika mendaftar semua OAP seluruh bidang terisi, maka 80 persen itu akan terpenuhi.

“Tetapi kalau disana turun dari 80 persen, maka jangan salahkan siapa-siapa. Banyak jurusan dokter yang tidak diisi OAP, Guru Kimia OAP, Guru Matematika tidak ada OAP, demikian juga Apoteker dan jurusan lainnya. Kalau kondisi seperti ini bagaimana bisa mencapai 80 persen.

Oleh sebab itu, 80 persen bukan jaminan segala-galanya, dapat 80 persen OAP, formasi ini dikasih oleh negara bukan Bupati yang menentukan,” tegas, Bupati Natalis Tabuni.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here